Featured
Beranda » Berita » Jejak Emas Alumnus Terbaik Korps Baret Ungu di Garis Depan

Jejak Emas Alumnus Terbaik Korps Baret Ungu di Garis Depan

Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P, MM (foto: *istimewa)

SURABAYA, (JURNALBERITA.ID) – Menjadi seorang prajurit petarung Korps Marinir adalah panggilan jiwa, namun menjadi yang terbaik diantara yang terbaik adalah sebuah pembuktian konsistensi. Begitulah gambaran yang melekat pada sosok Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M. Jenderal bintang satu asal Sumenep, Madura, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V (Wadan Kodaeral V) Surabaya.

Lahir di tanah Madura pada 6 Desember 1971, ketangguhan fisik dan mental tampaknya sudah mengalir di darah Suwandi sejak belia. Karir militernya melesat bukan karena kebetulan, melainkan berkat dedikasi tinggi yang ia rintis sejak masa pendidikan.

Nama Suwandi bukanlah nama asing dalam sejarah almamater Korps Baret Ungu. Ia merupakan alumnus terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XL (40) tahun 1994. Predikat kelulusan terbaik tersebut menjadi modal awal sekaligus komitmen yang terus ia bawa sepanjang memegang tongkat komando di berbagai satuan.

Pendidikan militernya terbilang sangat paripurna. Setelah menempuh kerasnya Dikko Marinir (Pendidikan Komando), ia terus memperdalam ilmu strateginya melalui Dikpespa, Seskoal, Sesko TNI, hingga puncaknya di Lemhannas RI. Kombinasi ketajaman taktis di lapangan dan kecerdasan akademis membuatnya dipercaya menduduki posisi-posisi strategis penataan personel dan pendidikan, seperti Komandan Korps Siswa (Dankorsis) Sesko TNI (2022–2023).

Kenyang Pengalaman Tempur dan Operasional

Mengintip Pesona Sumenep, Surga Oksigen dan Warisan Dunia di Ujung Madura

Sebagai seorang perwira Marinir, kemampuan kepemimpinan Suwandi telah diuji di berbagai medan operasi yang bergolak. Jauh sebelum menyandang pangkat jenderal, ia telah mengarungi berbagai penugasan krusial dalam sejarah keamanan Indonesia:

Menjaga stabilitas ibu kota, ia terlibat langsung dalam Satgas PAM Pemilu Ibu Kota (1997) dan Satgas PAM Ibu Kota (1998) di tengah pusaran reformasi.

Operasi operasinal wilayah konflik, Suwnadi merasakan kerasnya medan penugasan di Timor Timur lewat Satgas Rajawali-3 (1997/1998) serta Satgas Rencong Sakti di Aceh (1998).

Meredam konflik horizontal, ia juga mengawal perdamaian di Indonesia Timur melalui Satgasla Maluku (1999), serta memimpin langsung di area konflik melalui Satgas Kimar Apung I dan III di Ambon pada medio 2000–2001.

Pengalaman operasi di Maluku ini seolah menjadi takdir yang membawanya kembali ke sana bertahun-tahun kemudian, bukan lagi sebagai komandan satgas kecil, melainkan sebagai Komandan Lantamal IX/Ambon (2024–2025).

Menjaga “Serambi Depan” di Jalur Tikus Kalimantan Barat

Kembali ke Home Base Surabaya

Setelah sukses mengomandani Lantamal IX/Ambon dan sempat ditarik sebagai Pati Sahli Kasal, per 15 Agustus 2025 Brigjen TNI (Mar) Suwandi kembali berlabuh ke pangkalan Jawa Timur untuk menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V (Wadan Kodaeral V) Surabaya.

Kembalinya Brigjen Marinir Suwandi ke Surabaya membawa energi baru bagi kedisiplinan dan profesionalisme prajurit di jajaran Kodaeral V. Kepemimpinannya yang tegas namun mengayomi terlihat jelas dalam berbagai agenda taktis, termasuk saat dirinya memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Mako Kodaeral V, Surabaya.

Bagi Brigjen TNI (Mar) Suwandi, setiap mutasi dan jabatan baru bukanlah puncak tujuan, melainkan ruang pengabdian yang lebih luas. Di bawah baret ungunya, sang jenderal terus membuktikan bahwa kehormatan seorang prajurit sejati diukir melalui loyalitas tanpa batas dan profesionalisme di garis depan pertahanan nusantara. (Hasan N Rahmad/hnr71@gmail.com)

AMI Akan Laporkan Dugaan Pengemplangan Dana Reses Anggota DPRD Surabaya ke Kejaksaan