SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Menara gading akademis sering kali digambarkan sebagai tempat yang dingin, kaku, dan penuh dengan kompetisi intelektual yang melelahkan. Namun, bagi Dr. Herlina Harsono Njoto, S.Psi., M.Psi., Psikolog, perjalanan menembus puncak tertinggi dunia pendidikan tinggi bukanlah sekadar tentang meraih gelar, melainkan sebuah ujian tentang kesetiaan. Setia pada impian, setia pada proses, dan yang terpenting, setia pada pengabdian masyarakat.
Kisah perjuangan politisi Partai Demokrat sekaligus legislator senior Kota Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa kesibukan publik bukanlah penghalang untuk menyelesaikan tanggung jawab intelektual tertinggi.
Kamis (18/6/2026), bertempat di Aula Excellence with Morality, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Kampus B Surabaya, Herlina resmi mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor. Langkah ini mengukuhkan dirinya sebagai salah satu akademisi-politisi yang menolak berhenti berjalan dalam menuntut ilmu.
Menyeimbangkan Dua Dunia: Antara Parlemen dan Jurnal Ilmiah
Sebagai seorang tokoh yang aktif di panggung politik praktis selama lebih dari 16 tahun di DPRD Kota Surabaya, membagi waktu antara konstituen dan tumpukan jurnal ilmiah jelas bukan perkara mudah. Herlina mengakui bahwa fase tersulit adalah mempertahankan konsistensi ketika energi dan fokusnya harus terbagi secara ekstrem.
“Pendidikan adalah investasi jiwa. Ketika kita memutuskan untuk masuk ke dalamnya, kita harus setia menyelesaikannya, seberat apa pun tantangan di luar sana,” ungkap srikandi politik yang baru-baru ini juga meraih penghargaan atas dedikasi panjangnya bagi tata kelola kota Surabaya yang pro-rakyat.
Di tengah godaan untuk menunda karena padatnya jadwal legislatif mulai dari rapat paripurna hingga pengawasan kebijakan publik di lapangan. ia memilih untuk tetap setia menekuni bab demi bab risetnya hingga tuntas.
Sumbangsih Nyata Lewat Disertasi Psikologi Politik
Komitmen Dr. Herlina untuk tidak mengambil jalan pintas tecermin dari kedalaman riset yang ia lakukan. Dalam sidang doktornya, ia berhasil mempertahankan disertasi mutakhir yang berjudul:
Disertasi ini berusaha mengurai realitas dinamika partai politik dan perilaku organisasi para wakil rakyat melalui lensa sains psikologi. Melalui model ilmiah tersebut, Herlina membawa teori-teori rumit dari “menara gading” untuk membumi dan berdampak langsung pada perbaikan tata kelola internal organisasi politik di Indonesia.
Sebab, menurutnya, komitmen emosional (afektif) yang sehat dari para kader terhadap partainya akan linier dengan kualitas pengabdian mereka kepada masyarakat luas.
Inspirasi dari Puncak Menara Gading
Keberhasilan Herlina bahwa batas tertinggi pencapaian seseorang ditentukan oleh seberapa besar kesetiaannya pada proses perjuangan.Harsono Njoto meraih gelar doktor dari salah satu kampus terbaik nasional, Universitas Airlangga, mengirimkan pesan kuat bagi generasi muda dan kaum perempuan pemimpin: bahwa batas tertinggi pencapaian seseorang ditentukan oleh seberapa besar kesetiaannya pada proses perjuangan.
Kini, dengan gelar doktor di pundaknya, tantangan baru telah menanti. Menara gading telah ditaklukkan, dan saatnya mengaplikasikan seluruh ilmu psikologi politik tersebut demi kemaslahatan warga Surabaya dan Indonesia yang lebih luas. “Jangan pernah berhenti berjalan” (Hasan N Rahmad)
