SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Bagi sebagian orang, usia awal dua puluhan sering kali dinilai sebagai fase mencari jati diri yang jauh dari hiruk-pikuk politik.
Namun, dogma tersebut berhasil dipatahkan oleh Ainun Putri Anugrah, S.H. Berbekal disiplin ilmu hukum dan semangat khas anak muda, perempuan yang akrab disapa Putri ini siap membawa energi transformatif di wilayah Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri (kanan) Anugrah Amri Fadhillah (tengah) Ainun Putri Anugrah, Sah (kiri)
Mengalir Darah Politik, Memilih Jalan Akademik
Lahir dan besar di lingkungan yang dekat dengan kebijakan publik, Putri bukanlah sosok asing dalam dunia perpolitikan Kota Pahlawan. Ia merupakan anak kedua dari Anugrah Ariyadi, S.H., sosok politisi senior yang pernah mendedikasikan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014–2019.
Meski memiliki patron politik yang kuat dari sang ayah, Putri membuktikan kapasitas dirinya secara mandiri. Setelah menyelesaikan studi sarjana hukum, saat ini ia tercatat aktif sebagai mahasiswi S2 Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR).
Latar belakang akademis inilah yang menjadi fondasi kuat baginya untuk mengepalai bidang Hukum dan Advokasi di struktural partai.
Senjata Digital di Tangan Gen Z
Sebagai representasi murni dari Generasi Z, Putri sangat menyadari bahwa pendekatan politik konvensional perlu dikolaborasikan dengan inovasi teknologi. Salah satu misi utamanya adalah optimalisasi media sosial sebagai jembatan komunikasi.
“Saya siap menjalankan tugas partai sesuai arahan dari Bapak Armuji selaku Ketua DPC PDIP Kota Surabaya,” ungkap Putri di sela-sela kesibukan kuliahnya.
Lewat media sosial, ia bertekad mengemas program-program kepartaian yang terkesan kaku menjadi lebih kasual, edukatif, dan mudah dijangkau oleh generasi seusianya. Langkah ini diharapkan dapat mengikis apatisme politik yang sering melanda anak muda.

Ainun Putri Anugrah, SH bersama Fuad Benardi, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya (foto: *istimewa)
Advokasi Nyata untuk Akar Rumput
Ditunjuknya Putri memegang portofolio Bidang Keagamaan, Tenaga Kerja, Hukum, dan Advokasi bukanlah tanpa alasan.
Ruang lingkup tugas ini dirancang agar ia dapat mengintegrasikan ilmu hukum keperdataan dan kenotariatan yang tengah didalaminya langsung ke tengah masyarakat.Fokus pergerakannya di wilayah Gubeng akan mencakup beberapa poin strategis:
Pendampingan Hukum Gratis: Membantu warga prasejahtera yang menghadapi sengketa hukum atau membutuhkan konsultasi legalitas.
Pengawalan Isu Tenaga Kerja: Menjembatani hak-hak pekerja lokal dan jaminan sosial ketenagakerjaan di tingkat kecamatan.
Harmonisasi Keagamaan: Menjaga toleransi dan memfasilitasi kegiatan keagamaan lintas generasi di wilayah Gubeng.
Menghormati Senioritas, Membawa Pembaruan
Walau membawa bendera pembaruan khas anak muda, Putri tetap mengedepankan etika politik dengan menjunjung tinggi pengalaman para senior partai.
Ia menegaskan bahwa ruang struktural ini merupakan tempatnya untuk belajar sekaligus mempraktikkan teori yang ia dapatkan di bangku kuliah.
Kehadiran sosok Ainun Putri Anugrah, S.H. di jajaran pengurus PAC PDIP Gubeng memberikan pesan kuat kepada publik: bahwa politik di era sekarang bukan lagi monopoli generasi tua, melainkan ruang kolaborasi lintas generasi demi kemaslahatan masyarakat luas. (Hasan N Rahmad)

