SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Riuh rendah suara khas Kota Pahlawan mendadak hangat di ruang Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya. Sore itu, Armuji yang akrab disapa Cak Ji kedatangan dua tamu istimewa.
Bukan pejabat, bukan pula pengusaha besar, melainkan dua anak muda asli Surabaya yang baru saja mengemas mimpi besar mereka ke dalam koper seragam Merah Putih, mereka resmi terpilih menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-16 yang akan berangkat menjalani Training Center (TC) untuk persiapan debut internasionalnya di Azerbaijan (sebuah negara yang terletak di wilayah Kaukasus Selatan, berada di perbatasan antara Eropa Timur dan Asia Barat, red)
Pertemuan yang berlangsung santai namun penuh haru ini menjadi bukti nyata bahwa tanah Surabaya tidak pernah kering dari talenta emas sepak bola.
Dari Lapangan Kampung Menuju Panggung Nasional
Perjalanan kedua remaja ini yakni Rendra Maulana (SMPN 38, Kalisosok Surabaya) dari klub Pelindo Surabaya dan Muhammad Hariri Maulana (SMPN 24, Kebraon Surabaya) asal klub HBS Surabaya menuju jersey berlambang Garuda di dada tidaklah instan.
Di hadapan Cak Ji, mereka bercerita tentang latihan keras di bawah terik matahari Surabaya, hingga kompetisi lokal yang kompetitif sudah pernah dilakoni, hingga terpilih seleksi Timnas PSSI Garuda U-16.
Berkat kedisiplinan dan mental baja khas arek-arek Suroboyo, bakat mereka akhirnya terpantau oleh tim pemandu bakat nasional. Cak Ji yang dikenal dekat dengan masyarakat tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya.
Sambil menepuk pundak kedua pemain muda tersebut, ia menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga suntikan inspirasi bagi seluruh anak muda di Surabaya.
“Ini membuktikan kalau arek Suroboyo punya mental petarung. Kalian sudah berjuang dari bawah, dan sekarang saatnya membuktikan di level nasional,” ujar Cak Ji dengan nada penuh semangat.
Bukan Sekadar Pujian, Surabaya Siap Cetak Talenta Baru
Apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya hari ini bukan sekadar seremoni jabat tangan. Dalam dialog tersebut, Cak Ji menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen penuh untuk terus menghidupkan ekosistem sepak bola usia dini.
Saat ini, Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan fasilitas lapangan-lapangan sepak bola di berbagai sudut kota agar bisa diakses gratis oleh anak-anak lokal.
Tujuannya jelas, memastikan bakat-bakat terpendam di perkampungan Surabaya memiliki ruang yang layak untuk berkembang.
Di akhir pertemuan, Cak Ji menitipkan sebuah pesan mendalam untuk kedua penggawa baru Timnas U-16 tersebut.
“Jaga fisik, jaga disiplin, dan yang paling penting, tetaplah membumi. Ingat, kalian membawa nama Surabaya di dada kalian,” ujarnya.
Dua anak muda itu pulang membawa lebih dari sekadar piagam penghargaan. Namun, pulang membawa restu dari kotanya, siap terbang tinggi bersama Garuda Muda, dan membuktikan bahwa dari lapangan Surabaya, dunia bisa ditaklukkan.
Di balik kesuksesan seorang anak, ada doa orang tua yang tidak pernah putus. Hal itu dirasakan betul oleh Sapto Hari Januardi, ayah kandung Rendra Maulana.
Baginya, melihat sang putra mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada adalah puncak dari air mata, keringat, dan pengorbanan yang mereka lalui selama ini dari level akademi.
“Sebagai orang tua, rasanya campur aduk antara tidak percaya, terharu, dan sangat bangga. Saya tahu betul bagaimana perjuangan Rendra sejak kecil, latihan panas-panasan tanpa kenal lelah, dan melewati seleksi murni yang sangat ketat. Panggilan Timnas ini adalah berkah luar biasa sekaligus jawaban atas kerja kerasnya,” kata Sapto.
Pesan orang tua kepada Rendra dan Maulana, kesempatan ini adalah amanah. Jangan cepat puas, tetap rendah hati, dan tunjukkan mental petarung asli arek Suroboyo di lapangan.
“Terima kasih juga kepada Pemkot Surabaya dan Cak Ji yang sudah memberikan perhatian luar biasa kepada anak-anak kami. Dukungan ini membuat kami merasa tidak berjuang sendirian,” ucapnya. (Hasan N Rahmad)


