Politik
Beranda » Index Berita » Tiga ‘Trah Banteng’ Surabaya Tancap Gas Masuk Arena Politik

Tiga ‘Trah Banteng’ Surabaya Tancap Gas Masuk Arena Politik

SURABAYA, (JURNALBERITA.ID) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mulai memanaskan mesin partai jelang kontestasi politik masa depan. Langkah ini ditandai dengan munculnya generasi baru atau “trah banteng” dalam momen konsolidasi kader yang digelar di Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Acara yang dihadiri oleh pengurus PAC, ranting, hingga anak ranting se-Kecamatan Rungkut tersebut menjadi panggung perkenalan tiga pemuda yang merupakan anak dari para tokoh legendaris PDIP Surabaya.

Ketiganya adalah Fauzan (putra mantan Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh Mukadar), Sangaji (putra almarhum Adi Sutarwijono, mantan Ketua DPRD Surabaya), dan Dewa (putra almarhum Whisnu Sakti Buana, mantan Wakil Wali Kota Surabaya).

Dalam orasinya, Fauzan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur kepartaian. Mengingat peta politik ke depan akan didominasi oleh pemilih muda, ia mengajak Gen Z dan Gen Alfa untuk mengambil peran aktif.

“Menyemai Kedisiplinan Merajut Kedekatan” Kiprah Ipda Onny Adi Anugrah di Jantung Kota Pacitan

“Bukan cuma anak biologis, tapi juga anak ideologis,” ujar Fauzan di hadapan ratusan kader yang hadir.

Suasana haru sekaligus penuh nostalgia juga menyelimuti jalannya konsolidasi saat Sangaji memberikan sambutan.

Ia mengaku momentum ini menjadi langkah awalnya untuk aktif di dunia politik demi melanjutkan estafet perjuangan sang ayah. Di sisi lain, Dewa berhasil mencairkan suasana lewat gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan penuh humor, yang langsung memikat perhatian kader senior maupun sesama anak muda.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Surabaya, Anas Karno, mengingatkan bahwa tantangan politik menuju tahun 2029 sudah di depan mata. Ia meminta momentum bertemunya para penerus tokoh partai ini dijadikan alat pemersatu dan perekat kekuatan akar rumput.

Anas juga mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh kader menghentikan segala bentuk fragmentasi atau kubu-kubuan di dalam internal partai.

Pesan Sederhana Anas Karno “Melayani dengan Hati, Merawat Harapan Warga”

“Wis enggak ono kelompok-kelompokan (sudah tidak ada kubu-kubuan). Tujuannya satu, memenangkan PDIP. 2029 itu sebentar, regenerasi harus disiapkan mulai sekarang,” tegas Anas Karno.

Respons positif datang dari arus bawah. Sejumlah kader senior mengaku optimis melihat kembalinya darah muda dari para mantan pimpinan mereka. Kehadiran tiga tokoh Gen Z ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa proses regenerasi kepemimpinan PDI Perjuangan di Kota Pahlawan berjalan dengan mulus dan solid. (JB01)