SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur terus memacu program modernisasi tata kelola rumah ibadah lewat percepatan digitalisasi data masjid. Langkah strategis ini diwujudkan melalui serangkaian pelatihan berkala yang melibatkan takmir, pengurus daerah, hingga elemen remaja masjid di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Agenda PW DMI Jawa Timur pelatihan pemutakhiran data jama’ah masjid se Jawa Timur berbasis digital di SMA Khodijah jalan A Yani Surabaya (foto: *dokumen)
Ketua PW DMI Jawa Timur, Dr. KH. M. Sudjak, M.Ag., menegaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah mutlak agar masjid dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Data yang presisi akan menjadi fondasi utama dalam merancang program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran.
“Masjid tidak boleh tertinggal oleh kemajuan teknologi. Melalui pelatihan digitalisasi data ini, kita ingin membangun sistem manajemen masjid yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi secara nasional. Jika datanya akurat, kita bisa memetakan potensi umat dengan jauh lebih baik,” ujar KH. M. Sudjak saat membuka salah satu rangkaian pelatihan di Surabaya, Sabtu (19/07/2026).
Senada dengan hal itu, Sekretaris Departemen IPTEK dan Kebudayaan PW DMI JATIM, Muhammad Iqbal, S.Ag, M.Si ikut mengingatkan bahwa integrasi sistem informasi digital juga menuntut ketertiban tata kelola organisasi di tingkat paling bawah.
Menurutnya, pemutakhiran data yang rapi dan mandiri oleh masing-masing takmir sangat krusial demi menghindari kesalahan administrasi di kemudian hari.
“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan data ke aplikasi, melainkan tentang membangun kedisiplinan administrasi di tingkat takmir. Setiap masjid harus mandiri dan tertib dalam mengelola data serta pelaporan administrasinya. Jangan sampai ada kesamaan dokumen atau duplikasi administrasi antarwilayah karena itu berisiko memicu teguran sistem,” tegas Kyai Iqbal, yang juga sebagai Kepala Sekolah SMA Khodijah.
Libatkan Remaja Masjid dan Adaptasi Dakwah Digital
Selain pembenahan sisi administrasi, DMI Jatim secara aktif menggandeng generasi muda dan remaja masjid. Mereka dilatih untuk mengelola media sosial masjid secara produktif agar mampu memproduksi konten dakwah yang kreatif, moderat, dan inklusif.
“Pemanfaatan IPTEK di lingkungan masjid adalah budaya baru yang harus kita adopsi bersama secara bijak. Lewat integrasi data digital, kita sedang membentuk kebudayaan takmir modern yang bekerja lebih cepat dan efisien. Kita ingin membuktikan bahwa masjid sanggup mengawinkan nilai-nilai luhur keagamaan dengan kemudahan teknologi masa kini,” terang Kyai Munawwir selaku Ketua Departemen IPTEK dan Kebudayaan PW DMI JATIM.
Program pelatihan manajemen berbasis digital ini ditargetkan menyasar ribuan masjid di wilayah Jawa Timur secara bertahap. Melalui akurasi data yang baik, DMI Jatim optimistis masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga bertransformasi sebagai pusat informasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat yang modern. (Hasan N Rahmad)


