News
Beranda » Index Berita » Menanti Kucuran Air bersih PDAM di Gebang Lor: Janji Manis yang Mulai Dikawal

Menanti Kucuran Air bersih PDAM di Gebang Lor: Janji Manis yang Mulai Dikawal

SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Bagi sebagian besar warga Kota Surabaya, memutar keran dan melihat air bersih mengalir jernih adalah hal yang biasa. Namun, bagi warga RT 01 Gebang Lor, Kecamatan Sukolilo, hal sederhana itu adalah kemewahan yang sudah dinanti selama puluhan tahun.

Di tengah megahnya pembangunan kota metropolitan, sekitar 10 rumah di kawasan ini masih harus bertahan dengan air sumur yang sering kali keruh dan tidak layak konsumsi.

Untuk kebutuhan memasak dan minum, warga tidak punya pilihan lain selain merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih dari pedagang gerobak keliling. Kondisi ini terus berulang, membebani dompet sekaligus pikiran warga yang mendambakan keadilan akses air bersih.

Namun, secercah harapan baru saja hadir. Keluhan mendalam warga Gebang Lor akhirnya didengar oleh Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) Surabaya dan DPRD Kota Surabaya

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan krisis air bersih di Gebang Lor setelah meninjau lokasi bersama PDAM.

Dua Dekade Nestapa Triningsih Berganti Harapan: Sinergi Kemanusiaan Polres Pacitan dan “Purnomo Belajar Baik”

Kendala Jarak dan Biaya yang Selama Ini Menghadang

Mengapa air PDAM begitu sulit masuk ke wilayah ini? Jawabannya ada pada masalah geografis dan infrastruktur. Jarak antara pemukiman warga RT 01 dengan jaringan pipa utama terdekat mencapai sekitar 200 meter.

Bagi warga, menarik pipa mandiri sepanjang itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Biaya investasi yang tinggi inilah yang selama bertahun-tahun menjadi tembok pembatas antara warga Gebang Lor dan air bersih.

Janji Manis yang Mulai Dikawal

Titik terang mulai terlihat saat tim teknis PDAM Surabaya diterjunkan langsung ke lokasi. Tidak hanya sendiri, manajemen PDAM turun bersama Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, untuk melihat langsung penderitaan warga dan mengukur jalur pipa.

Merawat Toleransi di Tanah Pacitan: Ketika seragam Coklat dan Rakyat Bersatu dalam Doa

Anas Karno berjanji akan mengawal hasil kajian teknis tersebut hingga solusi terealisasi, sejalan dengan target Pemkot Surabaya agar seluruh rumah terlayani PDAM.

“Akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi,” ucap Anas.

Langkah konkret yang kini sedang berjalan adalah penyusunan kajian teknis dan pemetaan jalur untuk pemasangan pipa tersier baru. Pipa inilah yang nantinya akan memanjang hingga ke depan halaman rumah warga, memotong jarak 200 meter yang selama ini menjadi kendala.

“Kami berharap kajian ini cepat selesai dan anggaran segera turun dari Pemkot. Kami sudah lelah setiap hari harus melihat air sumur yang keruh, apalagi kalau musim kemarau,” ujar salah satu warga setempat dengan penuh harap.

Menuju Surabaya 100 Persen Terpapar Air Bersih

PKB Run Festival 2026: Lebih dari Sekadar Garis Finish

Pihak legislatif berjanji akan mengawal ketat hasil survei lapangan ini agar segera masuk dalam skema penganggaran Pemerintah Kota Surabaya. Program ini menjadi bagian dari target besar pemkot untuk memastikan seluruh rumah di Surabaya tanpa terkecuali mendapatkan akses air bersih yang layak.

Kini, warga Gebang Lor berada dalam fase menanti. Menanti detail teknis berubah menjadi ketukan palu anggaran, dan menanti bunyi pipa-pipa yang ditanam di dalam tanah, membawa aliran air jernih yang akan menghapus dahaga mereka selama puluhan tahun. (GUN/JB01)