SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Bagi warga Kota Surabaya, nama Hi-Tech Mall di Jalan Kusuma Bangsa tentu memicu memori kolektif yang kuat. Selama puluhan tahun, gedung ini berdiri kokoh sebagai episentrum perburuan gawai dan komputer terbesar di Indonesia Timur. Riuh rendah tawar-menawar spesifikasi RAM hingga aroma kardus laptop baru pernah menjadi napas utama bangunan ini.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pergeseran tren belanja digital, kejayaan itu perlahan menyusut, meninggalkan sudut-sudut koridor yang sepi dan lengang. Kini, sunyi itu bersiap pecah.
Pemerintah Kota Surabaya menolak membiarkan bangunan legendaris ini mati suri. Melalui proyek revitalisasi besar-besaran, kawasan eks THR Mall dan Hi-Tech Mall ini resmi dilahirkan kembali dengan identitas baru yang jauh lebih bertenaga: Surabaya Expo Center (SUBEC), sebuah pusat Science, Creative, and Technology Hub terintegrasi.
Langkah awal transformasi ini ditandai dengan agenda soft launching yang akan digelar akhir pekan ini, tepatnya pada Minggu, 5 Juli 2026. Tidak tanggung-tanggung, pesta rakyat bertajuk Panggung Hiburan Rakyat disiapkan gratis untuk warga Surabaya, lengkap dengan penampilan musisi campursari kenamaan, Denny Caknan.
Pengisi acara papan atas ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa SUBEC siap menjadi magnet baru bagi massa.
Merajut Masa Lalu dan Masa Depan di Tiap Lantai
Menjelajahi isi gedung SUBEC saat ini seperti melihat jembatan yang menghubungkan sisa-sisa kejayaan masa lalu dengan lompatan teknologi masa depan. Penataan zonasi dilakukan secara cermat oleh Pemkot Surabaya untuk memastikan semua sektor mendapat ruang.
Di Lantai Dasar (Ground Floor) dan area basement, denyut nadi perdagangan lama tidak sepenuhnya hilang. Sisi sayap utara dipertahankan bagi para pedagang komputer komersial yang selama ini setia bertahan.
Namun, suasana kontras akan terasa saat melangkah ke sayap selatan. Area ini disulap menjadi zona gaya hidup anak muda yang dinamis, memadukan gerai makanan dan minuman (F&B), pameran jenama fesyen lokal, hingga bengkel kreatif modifikasi (custom) motor dan mobil.
Naik ke Lantai 1 dan 2, pengunjung akan dibawa masuk ke ekosistem digital mutakhir. Ruangan-ruangan di lantai ini diproyeksikan sebagai wadah industri kreatif, area turnamen e-sport, hingga fasilitas simulator balap.
Tidak berhenti di situ, komitmen edukasi juga sangat kental terasa di Lantai 3, yang didedikasikan penuh sebagai ruang ekspresi, seni, dan edukasi bagi kalangan pelajar serta anak-anak.
Ekosistem Kolaborasi, Bukan Sekadar Gedung Kosong
Satu hal yang membedakan SUBEC dengan pusat perbelanjaan biasa adalah ekosistem yang dibangun di dalamnya. Pemkot Surabaya tidak hanya mengecat ulang dinding dan menyewakan stan, melainkan menyuntikkan “ruh” berupa program pengembangan diri (self-improvement).
Demi menghidupkan program teknologi kelas dunia, pemkot merangkul lembaga riset negara seperti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) serta perguruan tinggi papan atas. Kolaborasi strategis pun matang disiapkan, seperti program Apple University bersama Universitas Ciputra, hingga kerja sama pengembangan digital bersama Microsoft dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Nantinya, SUBEC juga akan menjadi rumah bagi berbagai organisasi kepemudaan, seni, dan olahraga. Nama-nama seperti Karang Taruna, Cak & Ning Surabaya, KONI, hingga KORMI akan menempati gedung pertemuan baru seluas 3.500 meter persegi yang saat ini pembangunannya sedang dikebut untuk rampung pada Agustus mendatang.
Melalui SUBEC, Surabaya sedang menulis babak baru. Eks Hi-Tech Mall tidak lagi sekadar tempat membeli perangkat keras komputer, melainkan tempat merakit gagasan, mengasah kreativitas, dan mencetak generasi emas digital dari Surabaya untuk dunia. (Hasan N Rahmad)
