YOGYAKARTA, (JurnalBerita.id) — Langkah transformasi besar kini tengah bergulir di tubuh PT Anindya Mitra Internasional (AMI). Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, PT AMI memikul tanggung jawab besar untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal.
Di balik kemudi perubahan tersebut, ada sosok TM. Fuad Hassan, S.E., M.M., yang kini mengomandoi posisi krusial sebagai Direktur Keuangan, SDM, dan Umum periode 2023–2028.
Dilantik langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Fuad Hassan mengemban misi yang tidak ringan. Ia ditantang untuk menyulap aset-aset tidur milik daerah menjadi mesin pencetak profit, sekaligus menyuntikkan efisiensi total ke dalam manajemen internal perusahaan.
Berangkat dari Seleksi Ketat
Kursi direksi yang diduduki Fuad bukan hasil penunjukan instan. Ia berhasil lolos melalui skema lelang terbuka dan serangkaian ujian kepatutan serta kelayakan (fit and proper test) yang ketat. Transparansi proses ini menjadi modal awal yang kuat bagi Fuad untuk membawa gaya kepemimpinan yang akuntabel dan profesional.
Bersama Priyatno Bambang Hernowo selaku Direktur Utama dan Suryo Albar di posisi Direktur Operasional, Fuad membentuk triumvirat baru yang diharapkan mampu membawa PT AMI melompat lebih tinggi di tengah ketatnya persaingan bisnis modern.Membenahi Rumah Tangga: Keuangan dan SDM
Sebagai nakhoda keuangan dan SDM, fokus utama Fuad Hassan adalah membenahi “rumah tangga” PT AMI. Langkah awal yang ia lakukan adalah memperkuat kompetensi talenta internal melalui digitalisasi sistem kerja dan program pelatihan yang terukur.
Tidak hanya itu, Fuad juga aktif memimpin jajarannya melakukan studi tiru ke berbagai lembaga keuangan dan BUMD berprestasi di luar daerah. Strategi “jemput bola” ini dilakukan demi mengadopsi sistem manajemen risiko terbaik dan skema efisiensi anggaran yang lebih modern.
Menatap Masa Depan
Tantangan PT AMI ke depan dipastikan kian kompleks, mulai dari pengelolaan transportasi publik hingga optimalisasi sektor pariwisata dan properti di Yogyakarta.
Namun, dengan pondasi keuangan yang kini terus diperketat dan manajemen SDM yang kian solid di bawah pengawasannya, Fuad Hassan optimis PT AMI mampu melampaui target PAD yang dibebankan oleh Pemda DIY.
Bagi Fuad, mengelola BUMD bukan sekadar mengejar keuntungan materi, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah keuntungan yang diraih kembali mengalir untuk kesejahteraan masyarakat Yogyakarta. (JB01)
