Politik
Beranda » Index Berita » ‘Wani Politik’ Gelora Juang Surabaya Dobrak ruang Legislatif DPRD

‘Wani Politik’ Gelora Juang Surabaya Dobrak ruang Legislatif DPRD

SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Selama ini dunia politik kerap dianggap kaku dan jauh dari jangkauan generasi muda. Namun, kesan tersebut runtuh pada Selasa siang (14/07/2026).

Ruang rapat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya mendadak riuh dan hangat. Belasan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gelora Juang Surabaya sengaja datang ke sana.

Mereka bukan untuk berdemonstrasi, melainkan untuk menembus sekat formalitas birokrasi dan belajar politik langsung dari pelakunya. Langkah ini dipicu oleh kegelisahan sederhana di meja warung kopi kawasan Kertajaya.

Sultan W. Rabbani, atau yang akrab disapa Dhani, bersama rekan-rekannya merasa anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton atau objek politik yang pasif.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah: Kunci Sukses Karakter Anak di Era Digital

“Kami ingin anak muda itu berperan, bukan baperan,” tegas Dhani, mantan aktivis GMNI yang menginisiasi komunitas ini.

Baginya, Gelora Juang harus menjadi jembatan agar Gen Z melek literasi politik dan paham bagaimana kebijakan publik dirumuskan.Niat baik ini bersambut hangat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono atau yang populer dipanggil Abah Buleks menyambut langsung rombongan tersebut.

Pertemuan yang awalnya diperkirakan berlangsung formal, seketika mencair menjadi dialog interaktif yang interaktif dan penuh tawa. Selama audiensi, para anggota komunitas tidak canggung melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis.

PDIP Surabaya Dorong Kader Muda dan Gen Z Pimpin Kepemimpinan Ranting

Mulai dari fungsi pengawasan kedewanan, dinamika internal partai politik, hingga tantangan nyata seorang legislator dalam mengawal suara rakyat di akar rumput.

Abah Buleks pun membagikan wejangan dan pengalamannya bertahun-tahun di parlemen. Ia menekankan bahwa Surabaya butuh anak muda yang berani mengambil sikap dan berkontribusi.

“Anak muda Surabaya itu harus wani politik. Jangan anti-politik, karena dari sinilah regulasi dan nasib kota ini ditentukan,” ujar Abah Buleks di sela-sela diskusi.

Kunjungan ke gedung parlemen Yos Sudarso ini menjadi babak baru bagi Komunitas Gelora Juang Surabaya. Pertemuan ini membuktikan bahwa ketika ruang legislatif dibuka lebar dan anak muda berani melangkah masuk, edukasi politik terbaik tidak lagi ditemukan di dalam buku teori kuliah, melainkan dari dialog jujur di ruang-ruang publik. (Hasan N Rahmad)

Pimpin “KOHKARSSI” wilayah Jatim, dr. H.Hidayatullah: Perkuat Advokasi Hukum dan Cegah Sengketa Medis