Nasional
Beranda » Index Berita » Sinergi Orang Tua dan Sekolah: Kunci Sukses Karakter Anak di Era Digital

Sinergi Orang Tua dan Sekolah: Kunci Sukses Karakter Anak di Era Digital

Dr. Reni Astuti, S.Si.,M.PSDM, Anggota Komisi X DPR RI saat momen MPLS 2026 di salah satu sekolah di Surabaya (Foto: *istimewa)

SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Menghadapi tantangan dunia digital yang kian deras, pendidikan anak tidak lagi bisa bertumpu hanya pada pundak para guru di sekolah. Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM menegaskan bahwa kolaborasi yang harmonis antara orang tua dan pihak sekolah adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas yang berkarakter kuat.

Reni menjelaskan kebijakan hak inklusi dan fasilitas sekolah yang sedang dikawal di tingkat legislatif.

Ia menyebut bahwa proses pembentukan moral dan kecerdasan anak harus berjalan beriringan di kedua lingkungan tersebut. Jika salah satu pihak pasif, maka akan terjadi ketimpangan dalam tumbuh kembang anak.

Menghadapi Badai Digital Bersama

Di tengah kepungan teknologi dan media sosial, anak-anak saat ini dihadapkan pada berbagai risiko penyerapan informasi yang tidak terfilter.

PDIP Surabaya Dorong Kader Muda dan Gen Z Pimpin Kepemimpinan Ranting

Reni Astuti mengibaratkan peran orang tua sebagai “jangkar” emosional dan moral di rumah.Saat anak mendapatkan nilai-nilai kedisiplinan dan budi pekerti di sekolah, orang tua wajib memperkuat nilai tersebut lewat pembiasaan sehari-hari.

Tanpa adanya keselarasan ini, anak akan kebingungan menentukan standar perilaku yang benar, terutama saat mereka berselancar di dunia maya.

“Sinergi yang kuat mendeteksi dini potensi masalah anak, seperti penurunan akademik, stres, hingga risiko perundungan (bullying),” ujar Srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Komunikasi Interaktif, Bukan Sekadar Rapor

Sinergi yang efektif tidak boleh bersifat formalitas semata. Reni mendorong orang tua untuk tidak hanya hadir ke sekolah saat menerima rapor di akhir semester. Sebaliknya, komunikasi dua arah yang aktif harus terus dibangun.

Pimpin “KOHKARSSI” wilayah Jatim, dr. H.Hidayatullah: Perkuat Advokasi Hukum dan Cegah Sengketa Medis

Melalui wadah seperti komite sekolah, forum kelas, hingga program kreatif seperti “Orang Tua Mengajar“, kedua belah pihak bisa saling bertukar informasi mengenai perkembangan akademik maupun psikologis anak secara berkala.

Selesaikan Masalah dengan Bijak

Lebih lanjut, Reni Astuti juga menyoroti pentingnya kedewasaan dalam menghadapi dinamika atau konflik yang terjadi di lingkungan sekolah. Ketika terjadi kesalah pahaman atau masalah misalnya saat (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS), orang tua diimbau untuk menyelesaikannya lewat jalur aduan resmi yang disediakan pihak sekolah.

Menghindari kebiasaan memviralkan masalah di media sosial secara sepihak menjadi langkah krusial agar solusi terbaik dapat dicapai tanpa merusak ekosistem pendidikan anak itu sendiri.

Pada akhirnya, ketika sekolah dan rumah saling mendukung, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang aman, suportif, dan siap menghadapi masa depan. (Hasan N Rahmad)

Di Balik Layar Gawai yang Terkunci