JAKARTA, (JurnalBerita.id) – Dunia pendidikan nasional kembali menghadapi tantangan besar terkait integritas akademik. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, menegaskan perlunya sanksi tegas berdasarkan hasil investigasi menyeluruh terhadap oknum pemalsu riset.
Langkah ini dinilai krusial demi menjaga keadilan bagi para peneliti yang bekerja jujur sekaligus memastikan pemerintah tidak memberi ruang bagi tindakan yang mencederai ekosistem ilmiah di Indonesia.
Menurut Reni, keberadaan mekanisme pengawasan yang ada saat ini seperti komite etik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta sistem penelaah sejawat (peer review) belum cukup tanpa adanya fondasi moral yang kuat.
Ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi dosen pembimbing serta penanaman karakter personal yang kokoh sejak dini.
“Pendidikan integritas tidak boleh berhenti di sekolah dasar. Nilai-nilai kejujuran ini harus terus ditanamkan dan diperkuat hingga jenjang perguruan tinggi,” ujar Reni dalam tayangan PKS Legislative Corner bertajuk “Pemalsuan Riset Alarm Keras Integritas Pendidikan Nasional” di kanal YouTube PKSTV DPR RI.
Kasus manipulasi data dan pemalsuan riset dinilai sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan. Jika dibiarkan, praktik lancung ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap hasil penelitian nasional dan menurunkan daya saing akademisi Indonesia di tingkat global.
Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap proses validasi data mentah serta transparansi dalam publikasi ilmiah kini menjadi agenda mendesak yang harus segera dibenahi oleh kementerian terkait dan seluruh sivitas akademika. (Hasan N Rahmad)
