Politik
Beranda » Berita » Temuan Skabies Hewan Kurban, Komisi A DPRD Surabaya Minta Perketat Pengawasan

Temuan Skabies Hewan Kurban, Komisi A DPRD Surabaya Minta Perketat Pengawasan

JURNALBERITA.ID – SURABAYA,  Skabies (kudis/gudik) adalah penyakit kulit menular pada hewan kurban yang disebabkan oleh tungau parasit. Bersifat zoonosis, penyakit ini bisa menular ke manusia. Di wilayah Surabaya, dinas terkait telah mengetatkan pengawasan lapak untuk mencegah hewan terinfeksi diperjualbelikan menjelang Idul Adha 1447 H.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno (fraksi PDIP) meminta pengawasan kesehatan hewan kurban di Kota Surabaya diperketat hingga tingkat kelurahan menyusul temuan hewan kurban terindikasi skabies di salah satu lapak penjualan.

Ia menyebut temuan tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Terutama kelurahan sebagai pemangku wilayah yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pedagang hewan kurban.

“Kelurahan jangan pasif. Harus aktif berkoordinasi dengan DKPP untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif di lapak-lapak wilayah masing-masing,” kata Cak Anas, Rabu (20/5/2026) di Surabaya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai langkah preventif menjadi kunci utama agar penyebaran penyakit seperti skabies tidak meluas menjelang hari raya Idul Adha 1447 H.

Tinjau Kesiapan RPH Surabaya, Budi Leksono: Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Ia menegaskan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah ada temuan kasus, tetapi harus dilakukan sejak awal saat hewan masuk ke Surabaya hingga proses penjualan kepada masyarakat.

“Temuan hewan terindikasi skabies ini harus menjadi alarm bersama. Pencegahan harus diutamakan supaya penularan bisa segera dicegah dan masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban,” tegasnya.

Cak Anas juga meminta para pedagang hewan kurban bersikap terbuka dan kooperatif saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan.

“Kalau ada hewan yang terindikasi sakit harus segera dipisahkan dan ditangani. Jangan sampai demi mengejar penjualan, kesehatan masyarakat justru diabaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya bersama tim gabungan menemukan satu hewan kurban terindikasi skabies saat melakukan pemeriksaan di sejumlah lapak penjualan hewan kurban.

Dapat Hadiah Kopyah Muhamadiyah, Syaifuddin Zuhri: Memperkuat Sinergitas Untuk Membangun Surabaya

Lain kesempatan, Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan hewan tersebut langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan kepada masyarakat.

“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” kata Nanik.

Pengawasan hewan kurban dilakukan sejak 18 Mei hingga 26 Mei 2026. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 61 lapak penjualan hewan kurban di 31 kecamatan Surabaya telah diperiksa oleh tim gabungan.

Selain memeriksa kondisi fisik hewan, petugas juga mengecek dokumen administrasi seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), status vaksinasi, hingga potensi penyakit menular lain seperti PMK dan LSD.

Anas Karno berharap pengawasan yang dilakukan secara masif dan terkoordinasi dapat menjamin keamanan masyarakat Surabaya saat merayakan Iduladha nanti.

Silaturahmi ke PC NU Surabaya, Syaifuddin Zuhri: Memperkuat Sinergitas Ulama dan Umara

“Jangan sampai warga khawatir saat membeli hewan kurban. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*JB01)