Nasional
Beranda » Index Berita » Kemenhan RI: Proses Pengiriman Kapal Induk “Garibaldi” ke Indonesia Tengah Berjalan

Kemenhan RI: Proses Pengiriman Kapal Induk “Garibaldi” ke Indonesia Tengah Berjalan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait (Foto: *istimewa)

JAKARTA, (JURNALBERITA.ID) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi bahwa proses pengiriman kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia saat ini sedang berjalan. Kapal tersebut kini masuk dalam tahapan persiapan akhir sebelum berlayar menuju tanah air.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa pemerintah berharap kapal induk ini dapat tiba di Indonesia pada tahun 2026. Meski demikian, situasi geopolitik global diprediksi akan memengaruhi durasi perjalanan kapal.

“Dengan kondisi Selat Hormuz yang sedang konflik di sana, mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman, dan sebagainya,” ujar Rico kepada awak media di Balai Media Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (02/06/2026).

Target Tiba Sebelum HUT ke-81 TNI

Secara terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa TNI AL berharap kapal induk ini sudah bersandar di Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026. Namun, TNI AL menegaskan bahwa kepastian jadwal tetap bergantung pada hasil keputusan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Italia.

Di Balik Lampu Temaram: Memutus Rantai Eksploitasi Anak di Pusaran Bisnis Hiburan Malam dan SPA

“Kami memang berharap sebelum HUT TNI. Tapi kami tidak tahu situasi hasil proses pembicaraannya sampai mana karena yang melaksanakan adalah Kementerian Pertahanan. Harapannya bisa tahun ini,” kata Laksamana Muhammad Ali.

Skema Anggaran Fantastis

Meskipun kapal ini berstatus hibah gratis dari Senat Italia, Pemerintah Indonesia tetap mengucurkan dana besar untuk operasional, akuisisi, dan persenjataan pendukung. Pada Agustus 2025, pemerintah telah menyetujui total anggaran mencapai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,8 triliun) dengan rincian:

  • 450 juta dolar AS (Rp7,6 triliun): Biaya akuisisi dan penyesuaian kapal.
  • 250 juta dolar AS (Rp4,2 triliun): Pengadaan helikopter angkut.
  • 300 juta dolar AS (Rp5 triliun): Pengadaan helikopter utilitas.

Kesiapan Prajurit dan Pangkala

Menanggapi kedatangan kapal tersebut, TNI AL telah menyiapkan personel khusus yang akan segera dikirim ke Italia untuk menjalani pelatihan pengawakan. Selain kesiapan prajurit, TNI AL juga tengah mengkaji dan mempersiapkan beberapa pangkalan strategis di wilayah Indonesia yang mampu menampung kapal induk tersebut. (BUDI/JB01)

DPRD Surabaya Dorong Pelayanan Publik yang Lebih Humanis: Respons Kecil Berdampak Besar