Nasional
Beranda » Index Berita » Jejak Langkah Ipda Salim Balami Merajut Damai di Pulau Seram

Jejak Langkah Ipda Salim Balami Merajut Damai di Pulau Seram

Kapolsek Huamual, IPDA Salim Balami (Foto: *dokumen)

HUAMUAL, (JURNNALBERITA.ID) — Menjadi pucuk pimpinan kepolisian di wilayah yang dinamis seperti Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, bukanlah perkara mudah.

Wilayah yang membentang di pesisir Pulau Seram ini kerap menuntut kehadiran kepolisian yang tidak hanya tegas, tetapi juga adaptif dan mengedepankan pendekatan humanis. Pola kepemimpinan itulah yang melekat pada sosok Ipda Salim S. Balami, Kapolsek Huamual.

Bagi Ipda Salim Balami, amanah sebagai Kapolsek bukan sekadar duduk di balik meja komando. Ia dikenal sebagai perwira yang memilih melangkah langsung ke akar rumput, mendengarkan riak-riak kecil di masyarakat sebelum menjelma menjadi ombak konflik yang besar.

Peredam di Tengah Dentuman Provokasi

Ujian nyata dedikasi Polsek Huamual di bawah kepemimpinannya terlihat jelas saat situasi Kamtibmas memanas akibat ulah provokator. Salah satunya ketika rentetan ledakan bom rakitan mengguncang wilayah perbatasan dua dusun di Huamual.

Pesan Sederhana Anas Karno “Melayani dengan Hati, Merawat Harapan Warga”

Bunyi ledakan yang menggelegar di arah pantai sempat memicu kepanikan warga.Bukannya menarik diri, Ipda Salim langsung mengerahkan tim gabungan bersama Polres SBB untuk terjun langsung ke titik konflik melakukan penyelidikan mendalam guna meredam kepanikan massal.

“Tim langsung turun ke lapangan. Fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan mengidentifikasi provokator di balik layar,” tegasnya saat itu, menunjukkan respons cepat yang menjadi ciri khas kepemimpinannya.

Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selain tanggap terhadap potensi konflik horizontal, Ipda Salim dikenal tegas dalam penanganan tindak pidana murni. Komitmen ini dibuktikan lewat keberhasilan jajaran Polsek Huamual mengamankan lima pelaku kekerasan bersama dan penganiayaan bersenjata tajam di Desa Luhu hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kasus pengeroyokan yang sempat memicu ketegangan antar-kelompok tersebut berhasil diredam ke ranah hukum melalui proses penyidikan yang transparan. Gerak cepat ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat Huamual, tidak ada ruang bagi aksi main hakim sendiri selama hukum positif ditegakkan.

Kasus Gion Spa, Pemkot Surabaya Didesak Tak Berlindung di Balik Verifikasi Administrasi

Begitu pula saat menangani ketegangan di kawasan tambang ilegal Sinabar, Desa Iha. Ipda Salim konsisten berdiri di garis depan untuk melakukan mediasi dan mencegah gesekan wilayah tambang meluas menjadi konflik sosial yang merugikan warga lokal.

Merajut Sinergi Lewat Silahturahmi

Di luar ketegasannya dalam seragam dinas, Ipda Salim adalah sosok yang ramah. Ia sadar betul bahwa keamanan sejati tidak bisa dibangun hanya dengan senjata, melainkan lewat kepercayaan.

Melalui program sambang warga, Ia bersama jajaran Babinsa rutin menggelar silaturahmi ke kantor-kantor desa, menemui tokoh masyarakat, adat, serta perangkat desa seperti di Desa Iha.

Langkah persuasif ini dirancang agar masyarakat merasa memiliki kedekatan tanpa sekat dengan pihak kepolisian.

Kemenhan RI: Proses Pengiriman Kapal Induk “Garibaldi” ke Indonesia Tengah Berjalan

Menjaga Huamual tetap kondusif adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan geografis maupun kultural.

Namun, melalui kombinasi ketegasan hukum dan kehangatan silaturahmi, Ipda Salim Balami terus membuktikan bahwa di bawah kepemimpinannya, Polsek Huamual siap menjadi pelindung, pengayom, dan penenang di garda terdepan Pulau Seram. Bertempat di Kantor Desa Iha, Kec Huamual, Kab Seram Bagian Barat. (Hasan N Rahmad)