News
Beranda » Berita » Mengubah Beban Menjadi Keceriaan, Saat Anak-anak Surabaya Menembus Batas Bahasa

Mengubah Beban Menjadi Keceriaan, Saat Anak-anak Surabaya Menembus Batas Bahasa

Antusiasme anak-anak mengikuti program RICH di Kec Pakal, Surabaya (*istimewa)

SURABAYA, (JURNALBERITA.ID) – Derai tawa dan celoteh riang anak-anak terdengar bersahut-sahutan di salah satu sudut Kecamatan Pakal, Surabaya. Sore itu, suasana sama sekali tidak tampak seperti kelas bahasa yang kaku dan menegangkan buat mereka. Alih-alih menegangkan, justru ruang tersebut dipenuhi warna-warni media pembelajaran, lagu-lagu interaktif dan lompatan antusias dari puluhan anak usia dini. Mereka sedang bermain, sekaligus sedang menenun masa depan lewat program RICH (Rumah Inggris Ceria dan Hebat).

Meluncur pada akhir Mei 2026, RICH hadir sebagai terobosan pendidikan gratis yang diinisiasi untuk mendekatkan bahasa internasional ke kampung-kampung di Surabaya. Hasilnya? Sebuah ledakan antusiasme yang bahkan melampaui ekspektasi para penggagasnya.

Sejak pertama kali disosialisasikan ke tengah masyarakat, program RICH langsung menjadi magnet. Tidak butuh waktu lama bagi warga untuk memenuhi lembar pendaftaran. Kuota yang disediakan langsung ludes diserbu oleh para orang tua yang berebut ingin memberikan golden ticket berbahasa Inggris bagi buah hati mereka.

“Begitu tahu ada program ini, saya langsung daftar. Kapan lagi ada les bahasa Inggris berkualitas tinggi yang sama sekali tidak dipungut biaya?” ujar salah satu wali murid dengan mata berbinar.

Bagi sebagian besar keluarga, biaya kursus bahasa asing di lembaga formal sering kali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Kehadiran RICH meruntuhkan dinding pembatas tersebut, membuktikan bahwa pendidikan kelas dunia kini bisa dinikmati oleh siapa saja di Surabaya, tanpa pandang bulu.

Demi Masa Depan Pendidikan Indonesia, SMSI Desak Pemerintah Benahi Kesejahteraan Dosen

Belajar bahasa asing bagi anak usia dini sering kali dikhawatirkan akan membebani tumbuh kembang mereka. Namun, RICH membalikkan stigma tersebut. Menggunakan metode interaktif yang berpusat pada dunia anak, materi pembelajaran dikemas lewat permainan, dongeng, dan musik.

Pendekatan ramah anak inilah yang membuat anak-anak di Kecamatan Pakal dan sekitarnya tidak merasa sedang “belajar” dalam artian konvensional. Mereka justru merasa sedang bermain di ruang yang penuh kegembiraan, namun pulang dengan kosakata dan kepercayaan diri baru dalam mengeja kata-kata berbahasa Inggris.

Lebih dari sekadar program kursus gratis, RICH adalah bagian dari cetak biru besar Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat ekosistem ramah anak berbasis komunitas. Langkah masif ini mempertegas posisi Surabaya yang kian aktif dan diakui dalam pemenuhan hak-hak anak di kancah global.

Inovasi RICH telah berhasil mengubah lanskap pendidikan bahasa asing di tingkat akar rumput. Melalui ruang-ruang ceria ini, Surabaya sedang mempersiapkan generasi mudanya untuk tidak hanya jago kandang, tetapi juga siap berdiri tegak dan bersuara di panggung dunia dengan rasa percaya diri yang tinggi. (Hasan N Rahmad/JB01)


Mengawal Kesehatan dari Gang Sempit, Anas Karno Menjaga Napas Perkampungan Surabaya