SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Mengubah formalitas upacara menjadi ruang diskusi yang hangat, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menggelar ajang “Ngobrol Gembira” bersama perwakilan pemuda dan pelaku usaha kreatif di Surabaya.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini dimanfaatkan pria yang akrab disapa Abah Buleks tersebut untuk menyerap kegelisahan sekaligus memacu semangat generasi Z dan milenial.
Sambil menikmati kopi khas cangkrukan Surabaya, Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa esensi Sumpah Pemuda di era sekarang harus diwujudkan melalui kemandirian ekonomi. Baginya, anak muda Surabaya memiliki modal kreativitas yang sangat besar untuk mendobrak pasar digital dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Dulu di tahun 1928, para pendahulu kita bersatu angkat senjata melawan penjajah fisik. Sekarang, tantangan Arek-Arek Suroboyo adalah bagaimana menjadi motor penggerak ekonomi, membuka lapangan kerja kreatif, dan tidak hanya menjadi penonton di kota sendiri,” ujar Abah Buleks di tengah obrolan yang berlangsung gayeng.
Membangun Benteng Karakter di Ruang Digital
Dalam obrolan santai tersebut, diskusi juga menyoroti tantangan pemuda dalam menghadapi derasnya arus informasi. Abah Buleks mengingatkan agar ruang digital dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, bukan justru menjadi tempat penyebaran disinformasi yang memicu perpecahan.
Menyelaraskan dengan tema besar Sumpah Pemuda, “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia“, ia berpesan agar nilai gotong royong tetap dijaga tanpa melihat sekat perbedaan suku, ras, maupun agama.
“Patriotisme hari ini itu sederhana. Ketika anak muda punya empati tinggi pada tetangga yang kesusahan, aktif bergerak di kampung, dan saling mendukung bisnis temannya sendiri, di situlah jiwa Sumpah Pemuda benar-benar hidup,” tambah legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat bawah ini.
Komitmen Kawal Ruang Kreasi Pemuda
Mendengar aspirasi dari beberapa kreator konten dan pelaku UMKM muda yang hadir mengenai kebutuhan ruang publik untuk berkreasi, Abah Buleks menegaskan komitmennya di parlemen. Ia memastikan bahwa DPRD Kota Surabaya akan terus mendorong pemerintah kota untuk memperluas akses pembinaan, mempermudah legalitas usaha, dan menyediakan fasilitas infrastruktur yang ramah anak muda.
Lewat ruang ngobrol gembira seperti ini, Budi Leksono berharap komunikasi antara wakil rakyat dan generasi penerus bangsa bisa berjalan tanpa jarak, sehingga setiap kebijakan publik yang dirumuskan di gedung dewan benar-benar menjawab kebutuhan riil pemuda di Surabaya. (Hasan N Rahmad)

