SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Sejumlah warga di Kecamatan Sukolilo, Surabaya, terkejut setelah mengetahui data kesejahteraan mereka tercatat masuk dalam Desil 9 (kategori masyarakat mampu). Padahal, kondisi ekonomi riil mereka berada jauh di bawah garis kemiskinan dan berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Keluhan massal ini mencuat dalam kegiatan reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, di Kelurahan Nginden Jangkungan pada Kamis (1/10/2026). Salah satu warga RT 5 RW 3, Erna Susanti, membeberkan ironi yang dialami keluarganya yang masuk dalam desil tinggi tersebut.
“Saya enggak merasa di Desil 9. Rumah saja masih numpang keluarga, satu kamar ditempati beberapa orang. Jangankan punya mobil, motor saja masih kredit,” cetus Erna saat menyampaikan aspirasinya.
Sebagai Kader Surabaya Hebat (KSH), Erna mengaku kerap menerima keluhan serupa dari tetangganya. Ia khawatir status desil yang tidak akurat ini akan memutus akses anaknya dan warga kurang mampu lainnya untuk mendapatkan program bantuan sosial (bansos) atau jaminan ketenagakerjaan dari pemerintah.
Respons DPRD dan Langkah Penyanggahan Data
Menanggapi gelombang protes tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, langsung meminta jajaran RT dan RW untuk bergerak cepat melakukan pendataan ulang terhadap warga yang terdampak kelalaian data ini.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa validitas data sangat krusial karena menjadi acuan utama distribusi bantuan pemerintah agar tepat sasaran.
Guna mempermudah warga yang tidak paham sistem digital, Anas telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membuka posko bantuan langsung di lapangan.
Pendataan kolektif, RT dan RW diminta segera mendata warga yang desilnya tidak sesuai kondisi lapangan.
Petugas kelurahan turun ke Balai RW, Petugas kelurahan kini telah disiagakan di balai-balai RW untuk mendampingi warga mengajukan mekanisme penyanggahan data secara resmi ke sistem pemerintah.
Di sisi lain, Ketua RW 08 Nginden Jangkungan, Sadeli, mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyelesaikannya lewat jalur birokrasi yang ada.
“Kami akan koordinasi dulu dengan RT, kelurahan, dan pihak terkait. Jangan terburu-buru menyalahkan siapa pun. Yang penting dicari solusi,” ujarnya.
Kegiatan reses di Balai RW 08 tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji). Kehadiran orang nomor dua di Surabaya itu sekaligus menyemarakkan suasana lewat pembagian paket Membagikan Bingkisan Gratis (MBG) berisi sembako kepada warga yang berhasil menjawab kuis interaktif. (Hasan N Rahmad)

