Politik
Beranda » Index Berita » PMI Manufaktur Nasional Naik ke 54,0, DPRD Surabaya Dorong Pemkot Manfaatkan Momentum Investasi

PMI Manufaktur Nasional Naik ke 54,0, DPRD Surabaya Dorong Pemkot Manfaatkan Momentum Investasi

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya, Arif Fathoni (JB01)

SURABAYA (JurnalBerita.id) — Penguatan aktivitas manufaktur nasional menjadi momentum penting bagi Kota Surabaya untuk memperbesar peluang investasi dan memperkuat sektor industri pengolahan. Peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 yang naik menjadi 54,0 dari posisi 52,4 pada September lalu diharapkan mampu ditangkap dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengapresiasi perkembangan positif sektor manufaktur nasional tersebut. Politisi yang akrab disapa Mas Toni ini berharap penguatan aktivitas industri dapat membuka peluang investasi baru di Kota Pahlawan demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sebagai pimpinan DPRD, saya mengapresiasi perkembangan positif tersebut. Mudah-mudahan momentum ini bisa dimanfaatkan Surabaya untuk membuka peluang investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Arif Fathoni, Rabu (04/11/2026).

Menurutnya, momentum pertumbuhan industri nasional sangat relevan bagi Surabaya mengingat sektor industri pengolahan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian lokal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, sektor industri pengolahan menyumbang kontribusi sebesar 19,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025.

Angka tersebut menempatkan industri pengolahan sebagai sektor terbesar kedua setelah sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai 26,97 persen. Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan Surabaya bahkan mencatat angka 7,85 persen sepanjang 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan yang berada di level 5,87 persen.

Skandal Pungli Rekrutmen Dishub Surabaya: DPRD Desak Pecat Oknum ASN dan Lacak Aliran Dana

Sementara itu, dari sisi penanaman modal, data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya mencatat realisasi investasi hingga semester I 2026 telah mencapai Rp23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target tahunan sebesar Rp44,26 triliun, yang berasal dari 68.840 proyek.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, besarnya realisasi investasi harus diikuti dengan kualitas penanaman modal yang memberikan nilai tambah nyata, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja bagi warga lokal.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, sebanyak 5.120 tenaga kerja baru telah terserap hingga Juli 2026 dari target 8,838 orang sepanjang tahun. Oleh karena itu, penguatan investasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi melalui pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan.

Selain itu, keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok perusahaan, sektor logistik, serta penyediaan barang dan jasa pendukung juga dinilai krusial untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam laporan S&P Global per Senin (02/11/2026), kenaikan PMI manufaktur ke level 54,0 menunjukkan bahwa aktivitas industri nasional masih berada dalam fase ekspansi yang kuat, didorong oleh peningkatan produksi dan permintaan baru. Mas Toni turut mengapresiasi peran strategis Kementerian Perindustrian di bawah kepemimpinan Menteri Perindustrian M. Sarmuji dalam memperkuat struktur dan daya saing industri nasional.

Ketua DPRD Surabaya Tegaskan Pengajuan Hearing Wajib Tertib Administrasi Agar Aspirasi Warga Tak Terabaikan

“Surabaya harus mampu menangkap momentum positif perkembangan industri nasional dengan memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah, sehingga semakin banyak investasi yang masuk dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Hasan N Rahmad)