JURNABERITA.ID – SURABAYA, PT Adi Surya Sempurna adalah sebuah perusahaan konglomerasi besar asal Surabaya milik Handoko (taipan) yang bergerak utama di bidang ritel dan distribusi energi. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 1983 sebagai bisnis utamanya adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 54.602.62 yang salah satunya berada di jalan Raya Wiyung Surabaya.
SPBU Pertamina 54.602.62 beroperasi melayani kustomer selama 24 jam. Namun, peralatan penjualan operasional yang dipakai SPBU ini dicurigai adanya mesin EDC (Electronic Data Capture) BCA yang bermasalah.
Seperti yang dialami oleh saudara Rahmad mengaku jika dirinya telah mengalami kerugian saat melakukan bahan bakar jenis pertalite di pompa no 1 SPBU Wiyung, Surabaya.
“Saya isi pertalite di pompa no 1 pada Selasa siang (12/05/2026) sekitar jam 12.19 WIB, saat itu dibantu oleh operator inisial “A”. Selesai pengisian saya bayar melalui Debet rekening BRI dengan menggunakan EDC BCA,” kata Rahmad pada media ini, Kamis (14/05/2026) di Surabaya.
Setelah dilakukan pendebetan dibantu operator “A”, struk pembayaran secara debet gak keluar. Rahmad menambahkan, si operator A bilang kalau mesin EDC BCA yang digunakan lagi eror.
“Akhirnya saya ambil uang tunai melalui mesin ATM Bank Mandiri yang tersedia disamping SPBU dan membayar transaksi tersebut Rp100 ribu,” ucapnya.
Anehnya uang di saldo ATM telah berkurang Rp100 ribu walau transaksi pendebetan tadi gagal, di mesin EDC tertulis “REMOVE CARD”. “Saya memutuskan untuk mendatangi kantor unit BRI terdekat untuk minta print rekening koran. Singkat cerita memang ada pendebetan sejumlah Rp100 ribu pada jam 12.19 wib,” terangnya.
Lalu dirinya memutuskan untuk kembali ke SPBU guna memastikan adanya kesalahan transaksi pendebetan lewat mesin EDC BCA, sambungnya.
“Saya tunjukkan bukti print rekening koran pada operator A, namun operator A menyebut bahwa sering terjadi hal sama pada kustomer lain, uangnya nanti akan kembali ke saldo setelah 2×24,”ucap Rahmad.
Merasa tidak puas dengan penjelasan operator A, Ia meminta agar bisa menjelaskan pada koordinator SPBU bernama Arif.
“Saya jelaskan secara detail kronologis kejadiannya. Si Arif bilang memang hal itu sering terjadi,”paparnya.
Solusinya gimana? kustomer yang dirugikan dengan kesalahan tersebut. Arif menyampaikan, biasanya akan kembali masuk rekening kustomer 2×24 jam.
“Setelah kami tunggu 2 hari, saldo direkening saya masih tidak ada mutasi masuk dan saldo rekening masih tetap,” ujarnya.
Dihimbau pada masyarakat kota Surabaya untuk berhati-hati pembayaran melalui mesin EDC BCA di SPBU Wiyung, tegasnya. (JB01)
