JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa hantavirus bukanlah penyakit baru dan warga tidak perlu panik berlebihan, melainkan meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan bahwa belum ada kasus positif Hantavirus di Surabaya.
Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menegaskan kasus positif di Kota Pahlawan masih nihil, namun warga diminta tetap waspada.
“Sampai saat ini Surabaya belum ada kasus positif Hantavirus. Namun warga tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucap dr. Billy.
Meskipun di Surabaya belum ada, Kementerian Kesehatan RI mencatat ada 23 kasus hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir (2024–2026), dengan persebaran di 9 provinsi termasuk Jawa Timur.
Perlu diketahui bahwa penularan Hantavirus ditularkan melalui tikus atau celurut yang terinfeksi. Penularan ke manusia terjadi melalui kontak dengan urine, feses, saliva tikus, atau menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan di tempat tertutup, dan menggunakan masker serta sarung tangan saat membersihkan area yang kotor atau banyak tikus. (*JB01)
