Peristiwa
Beranda » Index Berita » Berjuang di Antara Hujan Subuh dan Air Pasang

Berjuang di Antara Hujan Subuh dan Air Pasang

Genangan air di kawasan Surabaya Timur (Foto: istimewa)

SURABAYA, (Jurnal berita.id) – Pagi hari yang sibuk di Kota Pahlawan mendadak berubah menjadi perjuangan bagi ribuan warga. Hujan deras dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur sejak subuh, berkelindan dengan fenomena pasang air laut, memaksa 17 titik lokasi di Surabaya terendam banjir dan genangan air berkedalaman 30 cm hingga 1 meter.

Akibatnya, roda aktivitas ekonomi dan komuter sempat lumpuh total. Skenario terparah terjadi di wilayah Surabaya Selatan dan Timur. Kawasan Sukolilo, tepatnya di sekitar Kampus Stikosa AWS dan Nginden Jangkungan, menjadi salah satu titik terdalam dengan ketinggian air mendekati satu meter.

Akses jalan protokol seperti Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Bung Tomo, hingga Jalan Ngagel Kebonsari berubah bak aliran sungai cokelat yang memutus urat nadi lalu lintas pagi.

Perjuangan Warga Menembus Genangan

Di belahan Surabaya Barat, pemandangan dramatis terlihat di sepanjang Jalan Simo Kalangan dan Jalan Tanjungsari, Sukomanunggal.

DPRD Surabaya Desak PLN Atur Waktu Pemadaman Bergilir Akibat Gangguan PLTU Paiton

Ratusan pengendara roda dua yang mengejar jam masuk kerja terpaksa turun dan mendorong motor mereka yang mogok akibat mesin kemasukan air setinggi lutut orang dewasa.

“Baru keluar rumah mau ke arah perempatan, mesin motor langsung mati. Airnya cepat sekali naik tadi subuh,” keluh Aris (34), salah satu pekerja swasta yang terjebak di area bawah Tol Banyu Urip.

Genangan tinggi di bawah tol tersebut bahkan sempat mengunci arus kendaraan dari kedua arah, memicu kemacetan panjang yang mengular hingga ke jalan-jalan sirip di sekitarnya.

Kondisi serupa mengganggu akses di Surabaya Barat bagian dalam, seperti Jalan Mayjend Jonosewojo menuju Bundaran PTC, di mana antrean kendaraan merayap pelan menghindari cekungan air yang dalam.

Pompa yang Tertahan Air Laut Pasang

Napas Baru Desainer Lokal, Jadi Etalase Utama Kreativitas Surabaya

Lambatnya air menyurut di beberapa titik bukan tanpa alasan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengungkapkan, pintu-pintu air pembuangan akhir sempat tertahan oleh tingginya pasang air laut (rob).

Akibatnya, meskipun puluhan rumah pompa telah diaktifkan secara maksimal, air limpasan hujan dari tengah kota tidak dapat langsung dibuang bebas menuju muara.

Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengatasi kebuntuan sistem drainase. 25 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) berkapasitas besar dikerahkan ke titik-titik genangan paling kritis, dibantu armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penyedotan air secara manual dan langsung dibuang ke saluran sekunder yang elevasi airnya lebih rendah.

Memasuki siang hari, seiring meredanya intensitas hujan dan mulai surutnya air laut, titik-titik genangan di jalan protokol dilaporkan mulai berangsur-angsur surut.

Tim gabungan BPBD dan petugas kebersihan kota kini fokus membersihkan sisa lumpur serta sampah yang menyumbat jeruji saluran air agar siap menghadapi potensi hujan susulan. (GUN/JB01)

Abah Budi Leksono & SD Dumas: Kilas Balik Perjuangan Masa Kecil di Kampung Padat