News
Beranda » Index Berita » Srikandi dari Parlemen Surabaya: Jejak Dedikasi Laila Mufidah Memperjuangkan Hak Perempuan dan Wong Cilik

Srikandi dari Parlemen Surabaya: Jejak Dedikasi Laila Mufidah Memperjuangkan Hak Perempuan dan Wong Cilik

Hj. Laila Mufidah, S.Ag., Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya (Foto: *istimewa)

SURABAYA, (JURNALBERITA.ID) – Di balik riuh rendahnya dinamika politik Kota Pahlawan, ada satu sosok perempuan yang konsisten berdiri di garis depan memperjuangkan nasib warga. Hj. Laila Mufidah, S.Ag., Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), telah membuktikan bahwa politik bukanlah sekadar panggung kekuasaan, melainkan media pengabdian yang nyata.

Menjabat selama tiga periode berturut-turut di legislatif bukan perkara mudah. Kepercayaan besar dari konstituen di Dapil 3 Surabaya yang meliputi wilayah Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo, hingga Bulak menjadi bukti sahih bagaimana sosok yang mengawali kariernya dari organisasi Fatayat NU ini begitu dicintai oleh masyarakat akar rumput.

Dari Ruang Kelas PAUD ke Kursi Parlemen

Sebelum disibukkan dengan agenda sidang paripurna dan perumusan kebijakan kota, Laila Mufidah adalah seorang pendidik. Latar belakangnya sebagai mantan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membentuk karakter kepemimpinannya yang humanis, sabar, namun tetap tegas jika menyangkut hak-hak masyarakat.

Pengalaman mengajar itulah yang membuat hatinya selalu tertambat pada isu-isu perlindungan anak dan penguatan peran perempuan.

Ujian Berat Gus Afif: Mempertahankan Eksistensi PKB di Tengah Dinamika Politik Surabaya

Di gedung DPRD Surabaya, Laila dikenal sebagai corong utama yang menyuarakan pentingnya pengarusutamaan gender, penekanan angka stunting, hingga jaminan keselamatan bagi perempuan dan anak di ruang publik.

Bagi Laila, masa depan sebuah kota dinilai dari bagaimana kota tersebut memperlakukan anak-anak dan kaum perempuannya.

Konsisten Mengawal Ekonomi Kampung dan Kenyamanan Warga

Kiprah Laila di parlemen melampaui sekat-sekat ruang rapat. Ia adalah legislator yang gemar turun langsung ke lapangan, menyusuri gang-gang sempit untuk mendengarkan keluh kesah warga Surabaya secara langsung.

Beberapa rekam jejak perjuangannya yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga antaranya, Laila meyakini bahwa ekonomi Surabaya bergerak dari kampung-kampung. Ia tak lelah memfasilitasi dan mengawal program bantuan modal, pelatihan, hingga penyelenggaraan bazar untuk mendongkrak kelas UMKM lokal.

Bukti Audio Baru Ungkap Indikasi Oknum Polrestabes Surabaya Aniaya Jurnalis

Solusi sanitasi dan sampa, kenyamanan warga adalah prioritasnya. Laila secara vokal mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membenahi sistem tata kelola sampah di permukiman padat penduduk serta memberantas praktik pungli di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Legalitas untuk warga miskin, guna memberikan kepastian hukum atas tempat tinggal, ia memperjuangkan alokasi anggaran dari Pemkot Surabaya untuk membantu biaya sertifikasi tanah bagi keluarga prasejahtera.

Politik Santun dan Menyejukkan

Di tengah konstelasi politik yang kerap memanas, kehadiran Laila Mufidah di jajaran pimpinan DPRD Kota Surabaya membawa warna tersendiri. Gaya komunikasinya yang teduh, inklusif, dan mengedepankan musyawarah membuatnya dihormati oleh kawan maupun lawan politik di parlemen.

Ia berhasil membuktikan bahwa ketegasan seorang wakil rakyat tidak harus ditunjukkan dengan kemarahan, melainkan dengan konsistensi kerja, argumen yang berbasis data lapangan, serta komitmen yang tidak pernah luntur pada janji kampanye.

Jejak Sang Begawan: Romantisme “Kota Kampung” yang Mendunia

Bagi warga Surabaya, Laila Mufidah bukan sekadar pejabat yang duduk di balik meja kerja yang megah. Ia adalah seorang ibu, pendidik, dan srikandi sejati yang menjaga asa warga urban agar tetap berdaulat di kotanya sendiri. (Hasan N Rahmad)