SURABAYA, (JurnalBerita.id) – Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 berhasil menyedot antusiasme luar biasa dengan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta tingkat pelajar SD dan SMP. Kompetisi yang digelar di Balai Pemuda Surabaya mulai 22 hingga 28 Juni 2026 ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733
Mantan Ketua Percasi Surabaya sekaligus anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, memberikan apresiasi dan semangat tinggi saat meninjau langsung jalannya lomba. Ia mengaku bangga melihat kebangkitan olahraga catur di Kota Pahlawan.
“Kalau dulu ada kekosongan, sekarang antusiasnya luar biasa. Kami mencari bibit-bibit baru karena Surabaya ini barometernya catur Jawa Timur,” ujar Budi Leksono, menyoroti besarnya animo pelajar.
Fakta menarik dan poin penting dari pelaksanaan turnamen tahun ini. Didominasi wajah baru dan pemain pemula, 70 persen mayoritas peserta yang mendaftar tahun ini merupakan pemain baru yang belum pernah ikut turnamen resmi.
Budi Leksono menilai fenomena ini menjadi bukti tingginya minat anak-anak sekolah setelah sempat mengalami masa kekosongan kompetisi.
“Catur adalah olahraga yang membuat kita berpikir lebih cerdas. Nanti hasil dari masing-masing kecamatan akan diseleksi lagi untuk pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.
Surabaya kembali membuktikan diri sebagai barometer dan kiblat utama pembinaan olahraga catur di Jawa Timur.
“Harapan kami, atlet-atlet yang lahir dari pembinaan ini tetap membela Surabaya dan bersama-sama membesarkan kota ini melalui prestasi olahraga,” tegas Abah Buleks.
Proyeksi Penjaringan Atlet Menuju Training Center Turnamen ini dirancang sebagai wadah serius untuk menjaring bibit unggul, bukan sekadar acara musiman.
Panitia memantau ketat pecatur muda potensial sepanjang turnamen berlangsung.
Atlet berbakat yang terjaring akan langsung dimasukkan ke dalam program Training Center (TC).
Para pelajar ini akan digembleng untuk mewakili Surabaya di ajang regional maupun nasional, tambahnya.
Budi Leksono menegaskan bahwa catur adalah olahraga murah yang mencerdaskan. Lewat konsistensi turnamen seperti Piala Wali Kota, Surabaya optimis tidak akan kekurangan regenerasi master catur di masa depan. (JB01)
