JURNALBERITA ID – SURABAYA, Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks, Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan dalam melaksanakan reses perdananya sidang kedua masa persidangan ketiga tahun 2026.
Ia berkomitmen terus mengawal sejumlah persoalan krusial warga Jepara PPI, mulai dari perbaikan infrastruktur, polemik pasar tradisional.
Dalam jaring aspirasi yang dihadiri ratusan konstituen tersebut, legislator yang sudah duduk tiga kali sebagai legislatif ini mendapatkan berbagai keluhan riil yang dihadapi masyarakat.
“Setiap suara warga adalah amanah yang InsyAllah akan terus kami kawal. Semua aspirasi warga sudah kami catat dan langsung kami klasifikasikan,” kata Buleks, Rabu (20/05/2026) saat melakukan Reses perdananya di Surabaya.
Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen mengawal setiap poin usulan warga agar segera mendapat intervensi kebijakan dari Pemerintah Kota Surabaya, paparnya.
Salah satu keluhan utama dari warga Arif, warga RT 02 RW 01, yang menyoroti kerusakan parah di kawasan Pasar PPI. Warga mendesak dinas terkait melakukan pengaspalan total, bukan sekadar tambal sulam yang dinilai cepat rusak akibat guyuran hujan dan tonase kendaraan yang lewat.
Tidak hanya itu usulan warga juga terkait aset Rumah Magot yang kurang optimal dialih fungsikan menjadi fasilitas umum (fasum) produktif, seperti gedung pertemuan atau lapangan futsal.
“Jika memang Rumah Magot sudah tidak efektif, usulan alih fungsi menjadi fasum pemuda adalah ide yang sangat bagus dan konstruktif,” ucap Arif.
Di sektor kesejahteraan sosial dan pendidikan yang menjadi program prioritas Pemkot Surabaya, Buleks langsung mengambil langkah cepat di lokasi.
Menanggapi permasalahan Andayati, warga RT 01 RW 04 yang menunggak iuran BPJS Mandiri paska operasi darurat, Buleks menginstruksikan timnya mencatat data yang bersangkutan untuk diproses peralihannya ke BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemkot. (*JB01)
