27 C
Surabaya

Khofifah Tetapkan Prioritas APBD 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Birokrasi Struktural

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan sejumlah prioritas program kerja dalam Rencana APBD tahun anggaran 2022.

Di antaranya  upaya percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi birokrasi struktural untuk peningkatan daya saing.

Kedua prioritas tersebut dijelaskan dalam tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, ‘Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Birokrasi Struktural dalam. Rangka Meningkatkan Daya Saing Daerah di Era Perdagangan Berbasis Agro’.

Hal ini selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) ketiga dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengusung tema “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”.

Gubernur Khofifah menjelaskan, penyelarasan RKP dan RKPD ini merupakan bentuk sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menetapkan dalam rencana pembangunan satu tahun mendatang. Untuk mencapai hal tersebut, Khofifah mengatakan diperlukan dua pendekatan yang selaras antara pemerintah pusat dan daerah yakni dari sisi pendapatan dan belanja.

“Dari sisi pendapatan, diperlukan reformasi pendapatan ditengah perekonomian yang masih melemah, melalui berbagai inovasi dan dukungan kebijakan yang mendukung pemulihan dunia usaha, serta mitigasi dampak untuk percepatan pemulihan ekonomi” kata Khofifah, Sabtu (04/12/2021) di Surabaya.

Selanjutnya dari segi belanja, Khofifah mengaku belanja daerah harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional suai kewenangan dan kemampuan pendapatan masing-masing pemerintah daerah. Hal ini dilakukan dalam rangka penerapan tatanan normal baru yang produktif dan aman dari Covid-19 baik pada aspek pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan infrastruktur.

Pendapatan daerah yang tertuang dalam APBD Jatim tahun anggaran 2022 tercatat sebesar Rp 27,642 triliun yang berasal dari tiga sumber pendapatan. Antara lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp17,239 triliun, pendapatan transfer Rp10,385 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp16,804 miliar. Jika dibandingkan dengan APBD murni TA 2021, terdapat kenaikan PAD sebesar Rp 962,831 miliar pada R-APBD 2022, dan jika dibandingkan dengan P-APBD 2021 kenaikan PAD sebesar Rp 115,519 miliar.

Sementara belanja daerah, dalam R-APBD TA 2022 tercatat sebesar Rp 29,454 triliun yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga serta belanja transfer.

“APBD TA 2022 memang mengalami penurunan sebesar Rp 7,166 triliun dibandingkan APBD 2021. Hal itu disebabkan ada penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu APBD ini harus benar benar kita manfaatkan untuk mendukung program prioritas dan dioptimalkan menjadi stimulus perekonomian masyarakat dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)” tutur Khofifah.

Pada tahun anggaran 2022, Pemprov juga mencatatkan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp1,831 triliun dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA). Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp18,382 miliar berupa pembayaran pokok pinjaman jatuh tempo.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan, untuk percepatan implementasi program dan kegiatan, belanja daerah dibagi dengan proporsi yang berpedoman sesuai ketentuan serta analisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan. Pembagian belanja sesuai urusan itu terdiri dari urusan pendidikan Rp7,980 triliun (27,09 %), urusan kesehatan Rp 4,903 triliun (16,65 %), urusan infrastruktur Rp 3,858 trilyun (13,10 %), urusan ekonomi Rp 1,638 triliun (5,56 %), urusan pemerintahan Rp 8.721 triliun (29,61 %), urusan sosial Rp 2.351 triliun (7,98 %).

“Saya berharap alokasi anggaran belanja ini dikelola secara transparan, akuntabel, efisien, efektif, tepat waktu dan tepat sasaran serta mengikuti kaidah administrasi pengelolaan keuangan daerah yang berlaku. Semua ikhtiar ini dilakukan untuk menjamin bahwa APBD Jawa Timur memberikan manfaat bagi masyarakat” pungkas Khofifah. (TOK/JB01)

Related Post

Bangunan Hotel MaxOne Langgar Ketentuan, Komisi A DPRD Surabaya Rekomendasi Bongkar

JURNALBERITA.ID - SURABAYA, Komisi A Bersama DPRKPP, Disbudporapar, dan Satpol PP Surabaya menggelar inspeksi mendadak (Sidak) terkait izin operasional MaxOne Hotel di Jalan Tidar...

Latest Post