Soliditas DPC PDIP Surabaya Ditentukan Kumunikasi Politik Adi Sutarwiyono

Tongkat estafet Ketua DPC PDIP kota Surabaya beralih. Whisnu Sakti Buana saat berjabatan tangan Adi Sutarwiyono sebagai penggantinya (*/JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sebagai partai mayoritas peraih 15 kursi DPRD Surabaya, bukan berarti segala kebijakan bisa dilalui dwngan mulus di DPRD kota Surabaya.

Justru paska penetapan Adi Sutarwiyono yang posisi menggantikan jabatan Whisnu Sakti Buana sebagai ketua DPC kota Surabaya, akan semakin sulit buat dia. Pasalnya, kader-kader dubawah kepemimpinan Whisnu masih banyak yang loyal kepadanya.

Surochim Abdul Salam peneliti senior SSC sekaligus dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan, kendati PDIP memegang mayoritas kursi 15 di DPRD Surabaya, bukan berarti tantangannya ringan dalam dinamika kekinian politiknya.

“Faksi faksi yang ada di PDIP Kota Surabaya masih dalam proses menyatukan kembali pasca penugasan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC,” ucap Surochim, Jumat (16/8)

Menurut Surochim, soliditas 15 anggota dewan akan sangat bergantung kepada konsolidasi yang dilakukan DPC baru dibawah kepemimpinan Adi Sutarwijono.

“Jika mas Awi (Adi Sutarwijono) bisa mulus membangun komunikasi dengan pasukan mas Wishnu Sakti Buana, maka peluang untuk solid dan menguasai DPRD kota kian terbuka,” tandasnya.

Demikian juga sebaliknya, kata Surochim, jika konsolidasi itu masih belum mulus maka potensi untuk faksional di internal PDIP akan terlihat di DPRD.

“Mas Awi punya tugas yang lumayan menantang menurut saya untuk membangun dan mencairkan komunikasi dengan para pendukung mas Whisnu, mengingat hubungan yang erat diantara mereka. Kuncinya ada di harmonisasi kekuatan faksi,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Surochim menambahkan, jika Adi Sutarwijono bisa mengembangkan komunikasi itu bisa cair, dan masing masing bisa melebur maka PDIP akan bisa kuat.

“Namun, jika sebaliknya maka potensi pecah atau melawan dalam diam akan terbuka peluang. Saya pikir, keseimbangan komunikasi diantara faksi-falsi itu yang akan menentukan soliditas DPRD asal PDIP,” pungkasnya.

Terpisah, media ini melakukan konfirmasi ke Adi Sutarwijono yang saat ini telah resmi menjabat Ketua DPC PDIP Surabaya, sekaligus berpeluang besar menempati jabatan Ketua DPRD Surabaya.

Saat ditanya, apakah PDIP selaku partai pemenang akan tetap bisa mempertahankan peran dan fungsinya di alat kelengkapan dewan? Dengan enteng Adi Sutarwijono menjawab jika pihaknya belum melakukan pembahasan. “Kami belum membahas soal itu,” jawabnya singkat.

Demikian juga saat media ini melemparkan pertanyaan, apakah sudah mulai melakukan komunikasi dengan beberapa politisi di calon anggota Fraksi partai lain, terkait hal itu, Awi dengan tegas mengatakan belum

Diketahui, hasil Pileg 2019 untuk DPRD Surabaya lalu menghasilkan komposisi sebagai berikut, yakni PKB (5 kursi), Gerindra (5 kursi), PDIP (15 kursi), Golkar (5 kursi), NasDem (3 kursi), PKS (5 kursi), PPP (1 kursi), PSI (4 kursi), PAN (3 kursi) dan Demokrat (4 kursi). (JB01)

Share this post

No comments

Add yours