Dari Hulu Hingga Hilir Semakin Mesra, PDIP Dan Gerindra Akan Bersama Di DPRD Kota Surabaya

Politisi partai Gerindra Hendi Suhadi yang juga senagai anggota Komisi C DPRD kota Surabaya (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sinyal pertemuan ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dengan Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subiyanto paska putusan Mahkama Konsitusi (MK) soal penetapan Pilpres 2019, terus berlanjut hingga hilir. Dinamika Politik yang semakin mencair  itu, membuat suasana politik tanah air antara Partai Gerindra dengan PDIP di tingkat pusat hingga daerah kemumlngkinan akan semakin mesra saja.

Sinyalemen suasana itu juga akan merambah di lingkungan DPRD Kota Surabaya periode 2009-2024, utamanya terkait wacana koalisi untuk penyusunan alat kelengkapan dewan, ditegaskan anggota Komisi C DPRD kota Surabaya, Hendi Suhadi, Selasa (6/8) saat dotemui di gedung DPRD kota Surabaya.

Politisi Partai Gerindra Surabaya ini juga mengatakan, bahwa situasi politik saat ini sudah jauh berubah, apalagi Prabowo Subianto selaku Ketum telah bertemu dengan para elit PDI Perjuangan dan presiden terpilih Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kemungkinannya malah kami bisa berkoalisi dengan PDIP, karena ditingkat atas sudah selesai dan bisa menyatu,” ucap Endi Suhadi

Sedang  masalah koalisi partai itu, Hendi menjelaskan, ya terkait penyusunan alat kelengkapan di DPRD Surabaya mendatang.

Sebelumnya, Surochim Abdul Salam peneliti senior SSC sekaligus dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan, kendati PDIP memegang mayoritas kursi 15 di DPRD Surabaya, bukan berarti tantangannya ringan dalam dinamika kekinian politiknya.

“Faksi faksi yang ada di PDIP Kota Surabaya masih dalam proses menyatukan kembali pasca penugasan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC,” ucap Surochim, Jumat (26/7)

Menurut Surochim, soliditas 15 anggota dewan akan sangat bergantung kepada konsolidasi yang dilakukan DPC baru dibawah kepemimpinan Adi Sutarwijono.

“Jika mas Awi (Adi Sutarwijono) bisa mulus membangun komunikasi dengan pasukan mas Wishnu Sakti Buana, maka peluang untuk solid dan menguasai DPRD kota kian terbuka,” tandasnya.

Demikian juga sebaliknya, kata Surochim, jika konsolidasi itu masih belum mulus maka potensi untuk faksional di internal PDIP akan terlihat di DPRD.

“Mas Awi punya tugas yang lumayan menantang menurut saya untuk membangun dan mencairkan komunikasi dengan para pendukung mas Whisnu, mengingat hubungan yang erat diantara mereka. Kuncinya ada di harmonisasi kekuatan faksi,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Surochim menambahkan, jika Adi Sutarwijono bisa mengembangkan komunikasi itu bisa cair, dan masing masing bisa melebur maka PDIP akan bisa kuat.

“Namun, jika sebaliknya maka potensi pecah atau melawan dalam diam akan terbuka peluang. Saya pikir, keseimbangan komunikasi diantara faksi-falsi itu yang akan menentukan soliditas DPRD asal PDIP,” pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours