Fandi Utomo Siapkan Program Manarul Ilmi Untuk Pendidikan Di Surabaya 

Fandi Utomo bakal calon Wali kota Surabaya 2020 yang akan diusung PKB (foto : ist)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pendidikan adalah bagian penting dari sendi kehidupan, masih banyak anak-anak di Surabaya masih galau melihat dunia pendidikan.

Menjawab kegalauan itu, Fandi Utomo bakal calon wali (Bacawali) kota Surabaya, menyampaikan kalangan milenial terdiri dari beberapa usia, ada pada usia menjelang lulus SMA sampai dengan memasuki masa kuliah atau baru memulai karier di dunia kerja, ada pula yang sudah membangun rumah tangga dan memiliki anak.

“Hasil dari menyerap aspirasi kalangan milenial, salah satu kegalauan mereka adalah soal pendidikan, apalagi Surabaya belum menempati rangking pertama untuk tingkat lulusan SMA/SMK, padahal APBD surabaya mencapai Rp 9 triliun lebih, dan itu angka yang sangat besar.

Untuk itu kedepan, kata FU begitu akrab disapa, persoalan pendidikan harus terjawab, misal kemudahan mengakses fasilitas pendidikan tidak hanya di sekolah, tapi juga lingkungan di luar sekolah,” ungkap Caleg DPR RI dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini.

Fandi menjabarkan, belajar yg baik itu jika terbentuk suasana belajar bagi siswa, pembentukan suasana belajar tidak hanya di sekolah, tetapi di lingkungan juga harus diciptakan suasana belajar yang baik dan di Surabaya harus digalakkan program Manarul Ilmi, setiap rumah, seluruh fasilitas umum termasuk mushalla dan masjid menjadi tempat belajar.

“Pemerintah kota bisa mengembangkan program ini untuk membentuk suasana belajar di lingkungan terdekat, selain yang sudah dikembangkan di sekolah, dengan menjadikan fasilitas publik di lingkungan sekitar masyarakat yakni mengakses lembaga-lembaga pendidikan lain di luar sekolah misal masjid, mushola atau bahkan balai RW menjadi Manarul Ilmi atau menara ilmu yakni tempatnya orang belajar,” ungkap politisi yang diminta gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan KH Ma’ruf Amin untuk maju Wali kota Surabaya.

Fandi Utomo juga memaparkan, program manarul ilmi ini sejalan dengan RUU pondok pesantren yang saat ini sudah disetujui, di ponpes itu cakupan pendidikannya juga diperluas, artinya memperluas sarana pendidikan di luar sekolah itu juga harus dilakukan.

“jika kita bisa mengembangkan program manarul ilmi di seluruh lingkungan di surabaya, saya yakin kesejahteraan siswa meningkat dengan begitu mampu mendorong prestasi siswa secara keseluruhan,” ujar politisi partai Dokrat yang hengkang ke PKB ini.

Sementara itu Musyaffa Rouf, Ketua DPC PKB Surabaya mengantakan, Fandi Utomo ini memiliki potensi mampu menjawab kebutuhan warga kota surabaya dan juga kebutuhan warga nahdiyin. Untuk itu, Branding PKB menang, Fandi utomo Wali kota terus digencarkan, agar masyarakat tahu dan paham betul sosok calon pemimpinnya kedepan.

“Dengan PKB menunjukan sosok Fandi Utomo Wali kota Surabaya, maka masyarakat bisa menilai calon pemimpinnya, dengan begitu tidak seperti membeli kucing dalam karung yang tidak tahu seperti apa kualitas calon pemimpinnya kelak, imbasnya cara kepemimpinannya pun tidak mampu melahirkan program yang mampu Mensejahterakan warga Surabaya,” tegas mantan Ketua DPRD Surabaya ini. (has)

Share this post

No comments

Add yours