Politik
Beranda » Berita » Siapa Yang Pas Mengisi Kekosongan Kursi Ketua DPRD Surabaya

Siapa Yang Pas Mengisi Kekosongan Kursi Ketua DPRD Surabaya

Saleh Ismal Mukadar, SH

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Sepeninggalnya alm. Adi Sutarwijono alias Awi, kursi Ketua DPRD kota Surabaya masih menjadi tanda tanya. Kira-kira sosok seperti apa yang mampu mengemban amanah masyarakat Surabaya.

Fraksi PDI Perjuangan mulai bergulir pasca terjadinya kekosongan. Saat ini, tersisa 10 anggota fraksi yang berpeluang diusulkan sebagai pengganti melalui mekanisme internal partai.

Kader senior PDIP, Saleh Ismail Mukadar, menjelaskan bahwa seluruh anggota fraksi memiliki hak untuk dicalonkan maupun mencalonkan. Namun demikian, terdapat ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang menjadi acuan utama.

“Semua anggota fraksi berhak dicalonkan, tapi ada syarat yang menjadi pertimbangan untuk menjadi Ketua DPRD. Pertama harus masuk dalam struktur KSB, yaitu ketua, sekretaris, atau bendahara. Kedua, memiliki perolehan suara signifikan di Pemilu terakhir,” ujar Saleh, Jumat (20/02/2026) di Surabaya.

Menurutnya, tidak semua unsur KSB di tingkat DPC merupakan anggota dewan aktif. Karena itu, peluang mengerucut pada figur yang memenuhi dua kriteria sekaligus, yakni berada dalam struktur partai dan memiliki legitimasi elektoral kuat.

Beberapa Pasar Tempat Relokasi Pedagang Pasar Krempyeng Karangmenjangan Tidak Layak

Selain faktor struktural dan suara pemilu, pengalaman serta loyalitas terhadap partai juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan sosok yang akan diusulkan.

“Kalau bicara loyalitas dan pengalaman, itu juga menjadi ukuran. Leadership harus teruji, karena Ketua DPRD bukan hanya jabatan politik, tapi juga posisi strategis dalam menjaga soliditas fraksi,” tegasnya.

Terkait mekanisme, Saleh menjelaskan bahwa proses dimulai dari rapat di tingkat DPC untuk menentukan sejumlah nama yang akan diusulkan. Minimal tiga nama dapat diajukan ke DPD, lalu diteruskan ke DPP untuk diputuskan.

“Keputusan final ada di DPP. Itu hak prerogatif DPP. Tapi biasanya tetap mengacu pada regulasi partai yang sudah diatur dalam AD/ART,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kepengurusan DPC Surabaya yang baru karena dinilai mampu mencairkan faksi-faksi internal yang sebelumnya menguat. Soliditas ini diharapkan menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik ke depan.

Musprovlub Muaythai Indonesia Bali 2026 Tetapkan Wayan Mariana Wandhira sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi

“Saya sangat yakin kalau solid, kursi yang sempat hilang bisa kembali diraih pada Pemilu mendatang,” pungkasnya. (*JB01)