Mat Muhtar : Ricuh Rekom DPP Ketua DPC PDIP Surabaya Seperti 20 Tahun Yang Lalu

Mat Muhtar tokoh masyarakat dan simpatisan PDIP (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Kemelut rekomendasi DPP PDIP kepada Adi Sutarwiyono untuk memimpin DPC PDI Perjuangan kota Surabaya terus melebar dan tidak kunjung selesai. Kisruh rekom tersebut juga mendapat perhatian dari tokoh dan simpatisan PDI Perjuangan Mat Muhtar alias MM.

Dia menyayangkan jika partai sebesar PDIP tidak sanggup menyelesaikan permasalahan internal partai. “Saya melihat keputusan ketua umum PDIP itu Megawati Soekarno Putri sudah tepat,” paparnya, saat dimintai tanggapannya atas ricuh rekom DPP tersebut, Sabtu (13/7).

Lanjut MM, bu Mega adalah orang yang sangat jeli dan tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi. “Saya rasa keputusan beliau sudah tepat. Apalagi Whisnu sudah 15 tahun menjadi pengurus DPC PDIP Surabaya. Ini kan sebuah keputusan untuk regenerasi. Jangan diartikan melebar kemana-mana,” terang MM.

Keputusan ini hampir sama dengan keputusan saat DPP menggati kepemimpinan Basuki 20 tahun yang lalu, imbuhnya.

“Jadi saya sangat paham keinginan ketua umum ibu Mega. Saya bangga mempunyai ketua umum seperti beliau,” ucap Mat Muhtar, di rumahnya kampung Bulak Banteng, Surabaya.

Pria berdarah Madura ini juga menegaskan, keputusan yang telah ditandatangani ketua umum dan sekjen PDIP tidak bisa diganggu gugat dan berubah. Walaupun dengan desakan dan ancaman apapun. “Saya tahu persis sifat ketua umum.Keputusan beliau tidak mungkin bisa dirubah. Itu sudah keputusan final,” tegas dia.

Jadi kepada teman-teman di PAC untuk berpikiran yang jernih dan cerdas. Jangan samapai mudah terprovokasi dan melebar kemana-mana, himbau Mat Muhtar.

“WS harus bisa legowo (menerima, red) dengan keputusan DPP. Memang ada sejarah panjang kedekatan pak Soetjipto (alm) dengan ibu Mega,” urai MM.

Untuk itu menurut MM, ibu Mega sudah menebusnya pada Whisnu atas jasa pak Tjip sebagai sekjen PDIP waktu itu. “WS sudah diberikan rekom mulai dari Sekretaris DPC, Ketua DPC 2 periode, Wakil Ketua DPRD kota Surabaya bahkan sebagai Wakil Wali Kota Surabaya menggantikan Bambang DH,” bebernya.

Ini untuk kebesaran partai, bu Mega orang yang berjuang untuk demokrasi di negara ini, beliau adalah seorang negarawan yang tidak memikirkan dirinya sendiri, keluarganya atau saudaranya sendiri. Namun, beliau melihat dan memberikan kesempatan pada orang yang memiliki prestasi untuk NKRI lebih baik lagi, tuturnya.

“Prestasi WS belum kelihatan memimpin DPC PDI Perjuangan, saat Pilgub kemaren kalah, kursi DPRD 2019 tetap hanya15 kursi tidak bertambah. Jadi saya rasa keputusan mengganti ketua DPC Surabaya itu sudah tepat,” tukasnya. (JB01)

 

Share this post

No comments

Add yours