Pekerja Proyek Box Culvert Tewas Seketika Akibat Tertimpah Cor Beton  

Proses evakuasi korban meninggal akibat tertimpah reruntuhan tembok cor beton (dok/JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Seorang pekerja proyek Box Culvert menghembuskan nafas terakhirnya akibat tertimpah reruntuhan cor beton. Diketahui pekerja yang bernama Matsari (40) warga Dusun Sumber gentong RT 17 RW 03 Kelurahan Klepu Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang ini meninggal dunia saat bekerja di proyek pemasangan box culvert milik Pemkot di Jl. Wonokoyo Surabaya.

Informasi yang dihimpun media ini dari saksi di tempat kejadian perkara mengatakan, sekitar pukul 19.25 wib, korban  tengah mengerjakan proyek Box Culvert bersama para pekerja lainnya.

Saat itu korban berada di bawah sedang membersihkan tanah galian sebelum box culvert dipasang. Sedang kedalaman galian untuk pengerjaan pemasangan Box Culvert 1,2 M, paparnya.

Namun naas, korban justru tertimpah reruntuhan tembok akibat getaran penggalian

Kejadian ini sempat mendapatkan pertolongan Tim evakuasi Pemkot Surabaya lewat call center 112.

Petugas tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan TKP serta koordinasi dengan pemborong. Sekira pukul 20.44 wib, Tim Evakuasi langsung memberikan pertolongan pertama pada korban yang tertimbun.

Dan sekitar pukul 21.24 wib, korban berhasil dievakuasi dan dilakukan olah TKP. Kini korban telah dibawa ke Kamar jenazah RS Dr Soetomo menggunakan ambulan PMI.

Sementara, keterangan Kapolsek Wonokrono, AKP Christopher Adhikara Lebang, mengatakan, kami masih melakukan penyelidikan soal kepastian penyebabnya.

“Pekerja di lokasi gorong – gorong itu ada dua, satu meninggal yang satu bisa menyelamatkan diri,” terangnya, Minggu malam (25/5) kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian.

Lanjut dia, dugaan sementara korban meninggal akibat tertimpah reruntuhan tembok bangun lama berupa cor beton.

“Untuk lain-lainnya kami masih akan melakukan penyelidikan dengan cara memanggil beberapa saksi guna pendalaman kecelakaan ini,” pungkasnya. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours