Rangkul TP PKK & OPD Kabupaten Banyuwangi, P2M BNNP Jawa Timur Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkotika

Kabid P2M BNNP Jatim, AKBP Ria Damayanti, SH, MM bersama Kabid Brantas AKBP Wisnu Candra,SH,MH usai acara sosialisasi bahaya narkotika di Kabupaten Banyuwangi (dok / JB01)

JURNALBERITA.ID – BANYUWANGI, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) merangkul Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi  memberikan sosialisasi kepada tim penggerak PKK dan Pokja VI Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal ini dilakukan dalam upayah melakukan pencegahan dini terhadap Peredaran Gelap dan Penyalagunaan Narkotika dilingkup kelompok kerja Kecamatan dan OPD Kabupaten Banyuwangi, ditegaskan Kepala Bidang P2M, AKBP Ria Damayanti, SH, MM, Kamis (25/4).

Kabid P2M BNNP Jatim, AKBP Ria Damayanti bersama tim penggerak PKK dan Pokja VI Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi (dok/ JB01)

Kepada media ini Ria menyampaikan, acara yang bekerjasama dengan pihak tim PKK dan Pokja VI Kecamatan dan OPD Kabupaten Banyuwangi agar mereka memiliki ilmu dasar dalam upaya pecegahan secara preventif terhadap penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Banyuwangi.

“Banyuwangi kan berada di paling timur dari provinsi ini, apalagi dekat dengan pulau Bali. Ini justru sangat muda sekali transaksi peredaran narkoba yang akan terjadi,” urai dia.

Untuk itu lanjut dia, sangat perlu memberikan dan mengajak peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menginformasikan jika dilingkungannnya mencurigakan terjadi transaksi narkotika. Hal itu bisa dengan segera memberikan informasi kepada petugas. Dan pada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari keluarga mereka dari bahaya penyalagunaan narkotika.

“Dengan pemberian bekal yang memadai setidaknya mereka bisa menjaga keluarga dan lingkungannya dari bahaya narkotika,” ucap wanita dengan dua melati di pundaknya.

Ria juga menyinggung, Jawa Timur berada pada urutan kedua setelah Jawa Barat soal kerawanan terhadap penyalagunaan dan perdaran narkoba yakni sekitar 1,7 persen di tahun 2018. Sedang Jawa Barat yang sudah mencapai 2,8 persen tingkat kerawanan penyalagunaan narkotika.

“Jawa Timur berada di peringkat kedua yakni mencapai 1,7 persen dibanding Jawa Barat yang sudah 2,8 persen,” urai dia.

Inilah yang harus terus kita jaga agar anak-anak muda, para pekerja khususnya dilingkup kerja OPD Kabupaten Banyuwangi ini, terhindar dari bahaya narkotika, sambung Ria.

Acara yang menggerakan seluruh Pokja VI Kecamatan dan OPD serta Tim penggerak PKK se Kabupaten Banyuwangi dengan menghadirkan nara sumber Kabid Brantas, AKBP Whisnu Candra, Akadenisi Dr Nasrul Faqih, Direktur Plato Foundation Dita Amalia. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours