Korupsi Dana Hibah Jasmas Pemkot Surabaya, JPU : Optimis Ada Tersangka Baru

Ilustrasi

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Kejaksaan Negeri Surabaya Tanjung Perak serius dan tidak akan tebang pilih dalam upaya mengungkap kasus dana hibah jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Dimaz Atmadi menegaskan, bahwa pihaknya serius dan tidak akan tebang pilih dalam mengungkap siapa saja yang terlibat pada kasus dana hibah Jasmas tahun 2016, selain Agus Setiawan Tjong.

Dalam dakwaan telah dijelaskan, bagaimana aliran dana segar miliaran rupiah tersebut diduga disalahgunakan berdasarkan alur cerita terdakwa.

” Tersangka baru tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” tegas Dimaz, selasa (19/3).

Lanjutnya dia, untuk menyeret tersangka lain, dalam kasus yang merugikan keuangan negara hampir Rp. 5 Milyar itu perlu ada pembuktian yang kuat.

“Saat ini, hanya perlu mendengarkan keterangan dari puluhan saksi dalam persidangan yang dianggap mengetahui kasus tersebut,” ujar Dimaz

Kita lihat dulu hasil persidangan, ujar dia, selanjutnya bagaimana modus Agus Setiawan Tjong dalam perannya pada kasus ini

Seperti diketahui dalam sidang perdana, dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Agus Setiawan Tjong di pengadilan Tipikor Surabaya, senin (18/3).

Terungkap, ada enam nama anggota DPRD Surabaya disebut terlibat langsung atas perkara korupsi dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk pengadaan barang,” urai Dimaz.

Mereka adalah Darmawan alias Aden (Gerindra),  Ratih Retnowati (Demokrat), Binti Rochmah (Golkar), Dini Rinjani (Demokrat), Saiful Aidy (PAN) dan Sugito (Hanura)

Dijelaskan dalam dakwaan, Dua dari enam oknum anggota DPRD Surabaya yakni Darmawan dan Ratih Retnowati telah ditemui terdakwa di Kantor DPRD Kota Surabaya untuk membahas pengadaan barang melalui program Jasmas.

Selanjutnya, Darmawan dan Ratih meminta terdakwa untuk mengkordinir
pelaksanaan proyek Jasmas serta menyusun proposal permohonan dana hibah yang mengatasnamakan kelembagaan RT/RW.

Dalam pertemuan tersebut, Terdakwa Agus Setiawan Tjong telah menjanjikan pemberian fee sebesar 15 persen ke masing masing oknum anggota DPRD Kota Surabaya. Fee tersebut disesuaikan dari besaran dana yang diterima dari enam anggota DPRD Surabaya.

Darmawan dan Ratih Retnowati, masing-masing menerima Rp 3 miliar, sedangkan Sugito, Dini Arijanti, Saiful Aydi dan Binti Rochma, masing-masing menerima sebesar Rp 2 miliar.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati barang barang yang akan diberikan ke masyarakat berupa terop, kursi crome, kursi plastik, meja besi, meja plastik, sound system, gerobak sampah serta tempat sampah.

Atas kesepakatan tersebut, terdakwa melalui tim marketingnya menyebar ke 230 RT se Surabaya untuk mengajak mereka mengajukan Jasmas dengan proposal yang telah disiapkan terdakwa.

Penyebaran proposal permohonan dana Jasmas itu mengacu dari data yang diberikan ke enam Anggota DPRD Surabaya pada terdakwa sesuai dengan Daerah Pemilihannya (Dapil).

Untuk diketuai, Dalam kasus ini terdakwa Agus Setiawan Tjong didakwa telah melanggar Pasal 2, 3 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) dan telah dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.991.271.830,61,- sebagaimana dalam audit BPK RI Nomor 64/LHP/XXI/09/2018 tertanggal 19 September 2018.

Terdakwa melalui ketua tim penasehat hukumnya yakni Hermawan Benhard Manurung mengaku akan mengajukan eksepsi yang sedianya akan dibacakan satu pekan mendatang. (RMOL/JB01)

Share this post

No comments

Add yours