Kyai Asep Kutuk Keras Puisi Fadli Zon

Kyai Asep Syaifuddin Chalim pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah (Siwalankerto- Surabaya) didampingi istri (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Buntut puisi “Doa yang Ditukar” yang beredar medsos karya politisi Gerindra Fadli Zon terus memantik reaksi keras dari kalangan Nahdiyin. Salah satunya reaksi yang disampaikan Kyai Asep Saifuddin Chalim menuding Wakil Ketua DPR RI tersebut telah melukai warga NU.

“Fadli Zon itu kurang ajar. Kaum Nahdiyin tidak boleh diam atas tindakan Fadli Zon,” ucap Kyai Asep, usai mengikuti acara konsolidasi dan koordinasi pada ribuan saksi PPP,di gedung arena DBL jalan A.Yani Surabaya, Kamis (7/2).

Lanjut pengasuh pondok pesantren di kawasan Siwalankerto itu, Boleh dia berdalih kalau ‘kau’ di puisinya itu siapa saja. Tapi kita semua tahu itu adalah Kyai Maimun Zubair (Mbah Moen).

“Apalagi disitu disebut bandar. Bandar ini kan konotasinya negatif. Ada bandar narkoba, ekstasi, judi, dan lainnya,” ungkapnya.

Sebagai santri dan umat dari Kyai Maimun Zubair, wajib kita marah atas isi puisi tersebut. Kalau tidak, akan menjadi lebih kelewatan dan menghina ulama besar Nahdiyin, tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu mendesak agar Fadli Zon meminta maaf secara terbuka pada warga NU.

“Saya selalu berdoa agar Fadli Zon mendapatkan balasan atas tindakannya yanh telah menhina ulama besar seperti Kyai Me Moen itu,” ucapnya.

Doa kamu setiap pagi itu yang diamini ratusan orang, akan di ijabah oelh Allah SWT, tegasnya.

“Doa saya juga sampai berujung agar Prabowo kalah. Boleh itu. Tidak apa-apa,” cetus Kyai Asep.

Untuk diketahui, Fadli Zon membuat puisi berjudul ‘Doa yang Ditukar’ untuk menanggapi momen Mbah Moen yang salah ucap doa saat duduk di samping Jokowi menjadi perbincangan. Sejumlah pihak lantas mempertanyakan sosok ‘kau’ dalam puisi Fadli itu dan menganggap sosok ‘kau’ yang dimaksud adalah Mbah Moen.

Makah akan datang pembalasan yang akan menimpah Wakil Ketua DPR RI tersebut, tukas Kyai Asep. (JB01)

Share this post

No comments

Add yours