BK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Tatib Oleh Edi Rachmat

H M Arsyad,SE, M.Si anggota Badan Kehormatan DPRD Surabaya (foto : has)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dugaan pelanggaran Tatib DPRD Surabaya yang dilakukan Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Edi Rachmat atas perubahan skedul Kunjungan Kerja (Kunker) ke Yogyakarta beberapa hari yang lalu mendapatkan tanggapan serius dari Badan Kehormatan.

Laporan yang dilayangkan Wakil Ketua Komisi B, Anugrah Ariyadi, SH ke Ketua DPRD dengan tembusan BK pada hari Senin (19/11) yang diterima oleh sekretaris BK diruang rapat Badan Kehormatan.

Setelah menerima berkas laporan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi,SH atas dugaan pelanggaran etika dan kepatutan yang dilakukan oleh rekan sejawatnya Sekretaris Komisi B, Edi Rachmat.

Surat pelaporan yang dilayangkan Anugrah pada hari Senin ditujukan pada ketua DPRD kota Surabaya dengan tembusan Badan Kehormatan (BK) sudah diterima. Saat ini masih dalam tahap pegumpulan data untuk pemeriksaan, ujar anggota badan Kehormatan DPRD Surabaya, M Arsyad, SE, M.Si, Kamis (22/11).

“BK sudah melakukan rapat koordinasi satu kali. Langkah selanjutnya batu falam tahap pengumpulan data untuk pemeriksaan,” ucap Arsyad, saat dikonfirmasi.

Lanjut dia, ya kita akan rapatkan lagi terkait dugaan pelanggaran Tatib DPRD itu. “Selanjutnya akan ada pemanggilan para sanksi untuk kami mintai keterangan,” papar dia.

Untuk itu, kami belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Karena BK masih bekerja dalam pengumpulan data pendukung proses pemeriksaan. “Ya, kita akan adakan rapat lanjutan,” tegasnya.

Sebelumnya dugaan pelanggaran Tatib yang ditujukan kepadanya, Edi Rachmat selaku Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya menjelasakan bahwa perubahan skedul Kunker ke Yogyakarta beberapa hari yang lalu atas perintah ketua Komisi.

“Saya sebagai sekretaris hanya menjalankan perintah itu. Saya tidak ada masalah dengan pak Anugrah. Saya menanggapinya biasa-biasa saja, karena tidak ada masalah,” ucap Edi.

Lanjut dia, kemudian kami sampaikan di group Komisi atas perubahan jadwal tersebut. “Ya perbedaan pandangan itu wajar-wajar saja. Tidak ada masalah semua baik-baik saja,” tegas politisi partai Hanura ini. (has)

Share this post

No comments

Add yours