Gelar Pameran Lukisan, MAM Jawab Kegelisahan Seniman Di Malang

Pameran lukisan yang diselenggarakan MIni Art Malang digelar di gedung Kesenian Malang (foto : nas)

JURNALBERITA.ID – MALANG, Pameran Lukisan yang di gagas Mini Art Malang (MAM) yang diselenggarakan  di Gedung Dewan Kesenian Malang cukup menarik dan dapat apresiasi dari pengunjungnya.

Tidak hanya karena ragam dan bentuk kreatifitas dari karya para senimannya, tapi juga dari beberapa perspektif yang menjadikan tergelarnya acara tersebut. Beberapa pola yang menarik dari perhelatan acara pameran lukisan tersebut.

MAM menangkap  kegelisahan para seniman rupa atas kondisi proses berkesenian di Kota Malang. Sehingga kegelisahan itu akhirnya menghasilkan acara pameran tersebut.

“MAM adalah impian lama yang baru terealisasi pada tahun 2018. MAM dihelat sebagai ruang apresiasi tanpa melihat great,” terang Dadang, salah satu seniman yang juga sebagai penggagas MAM, Selasa (25/9)

Oleh karenanya kata Dadang, acara ini bisa di lihat sebagai tontonan yang edukatif. Sedang pada sisi lain pola display yang di lakukan menjadi sangat menarik, karena di lakukan dengan pola yang cantik.

Sehingga ada sinergisitas dan saling menguatkan antara seniman muda yang belum dikenal dengan seniman yang eksistensinya sudah cukup di kenal didunia industri seni rupa, papar dia.

“Pola ini, jelas secara mental juga bisa membangun kepercayaan dan saling menghargai ditengah model senioritas yang sempat terbangun dengan cukup kental di Kota Malang,” ujar Dadang.

Diharapkan dari pameran MAM ini akan memicu seniman untuk berkarya dan dapat mewarnai dinamika perkembangan seni rupa di masa mendatang, tutur Sang Kurator yang akrab di panggil Leck ini.

Beberapa seniman yang kami wawancarai berharap agar pola-pola seperti ini terus di rawat dan di kembangkan, selain itu mereka juga berharap acara semacam ini bisa di adakan di tempat-tempat terbuka yang lain.

“Semoga acara dan semangat semacam ini di adakan dengan rutin dan di adakan di tempat-tempat yang bisa lebih akrab dengan masyarakat,” Kata Nashir salah satu penggiat kesenian yang berada di lokasi pameran tersebut. (nas/has)

Share this post

No comments

Add yours