RIAU, (JURNALBERITA.ID) – Di balik seragam dan pangkat melati tiga yang melekat dipundaknya, Komisaris Besar Polisi (Kombes) Harissandi, S.I.K., M.H., menyimpan filosofi hidup yang sederhana ‘disiplin adalah harga mati’. Sebagai Kabid Propam Polda Riau, ia bukan hanya menjalankan tugas administratif, melainkan menanamkan nilai integritas sebagai fondasi utama bagi setiap anggota Polri.
Harissandi dikenal sebagai sosok yang tidak kompromi terhadap pelanggaran. Baginya, kebijakan zero tolerance bukan sekadar jargon, melainkan komitmen moral. Ia percaya bahwa kepercayaan publik terhadap Polri hanya bisa dibangun dengan ketegasan dan transparansi. “Tidak ada ruang bagi penyimpangan,” begitu prinsip yang kerap ia ulang dalam setiap pengarahan.
Namun di balik ketegasan itu, Harissandi juga menampilkan sisi humanis. Ia sering mengingatkan bahwa tugas Propam bukan hanya menghukum, tetapi juga membimbing.
Ia mendorong anggotanya untuk menjadikan disiplin sebagai budaya, bukan sekadar aturan. Pendekatan ini membuatnya dihormati bukan hanya karena ketegasan, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap pembinaan personel.
Sebagai pemimpin, Harissandi menekankan pentingnya pengawasan harian dan keterlibatan aktif Kasatwil serta Kasatker. Ia ingin setiap pimpinan di jajaran Polri menjadi teladan, bukan sekadar pengawas. Filosofi ini lahir dari keyakinannya bahwa perubahan besar hanya bisa terjadi jika dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten.
Ia menunjukkan bahwa disiplin bukanlah beban, melainkan jalan menuju kehormatan. Dengan kombinasi ketegasan dan kepedulian, Harissandi menjadi figur yang menegakkan marwah Polri sekaligus membangun budaya integritas di tubuh kepolisian.
Nama Kombes Harissandi kini kian lekat dengan citra ketegasan. Di tengah upaya Polri menjaga kepercayaan publik, kehadirannya menjadi jangkar penting dalam memastikan bahwa setiap personel kepolisian bekerja sesuai dengan koridor hukum dan etika profesi.
Kebijakan Zero Tolerance Bukan Sekadar Jargon
Bagi Harissandi, kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran bukanlah sekadar slogan pemanis di atas kertas. Kebijakan tersebut merupakan sebuah komitmen moral yang harus dijalankan tanpa pandang bulu.
Ia memegang teguh prinsip bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara hanya bisa dirawat dan dibangun kembali melalui ketegasan yang nyata serta transparansi yang berkeadilan.
“Tidak ada ruang bagi penyimpangan,” tegas Harissandi dalam setiap kesempatan memberikan pengarahan kepada anggotanya.
Prinsip tanpa kompromi inilah yang membuat lini pengawasan di internal kepolisian menjadi kian disegani.
Sisi Humanis dan Fungsi Propam Sebagai Pembimbing
Meski dikenal sebagai sosok yang tidak mengenal kompromi dalam hal kedisiplinan, Harissandi bukanlah tipe pemimpin yang kaku. Di balik pembawaannya yang tegas, ia tetap menampilkan sisi humanis yang kuat.
Ia kerap kali mengingatkan jajarannya bahwa fungsi utama Propam tidak hanya terbatas pada menjatuhkan hukuman bagi yang melanggar (punishment), tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing dan mengarahkan personel.
Harissandi mendorong seluruh anggotanya untuk tidak menjadikan disiplin sebagai sebuah beban atau aturan yang memaksa, melainkan sebuah budaya dan kebutuhan dasar dalam bertugas. Pendekatan persuasif namun berprinsip inilah yang membuatnya dihormati, bukan karena rasa takut, melainkan karena kepeduliannya yang tinggi terhadap masa depan pembinaan personel.
Kepemimpinan Lewat Keteladanan
Sebagai seorang perwira menengah yang memimpin satuan pengawas internal, Harissandi sangat menekankan pentingnya pengawasan harian yang ketat. Ia juga aktif mendorong keterlibatan langsung dari para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) di jajaran polda.
Menurutnya, perubahan besar dalam sebuah institusi tidak akan pernah tercipta tanpa adanya konsistensi dari hal-hal kecil. Lebih dari itu, ia ingin setiap pimpinan di struktur Polri mampu menjadi teladan nyata (role model) bagi bawahannya, bukan sekadar menjadi pengawas yang pasif.
Melalui kombinasi yang kuat antara ketegasan tanpa kompromi dan kepedulian yang humanis, Kombes Harissandi sukses membuktikan bahwa disiplin adalah jalan utama menuju kehormatan profesi. Langkah nyata yang ia lakukan tidak hanya berhasil menegakkan marwah Polri, tetapi juga perlahan membangun fondasi budaya integritas yang kokoh di tubuh kepolisian. (hnrindo@gmail.com)
