Politik
Beranda » Berita » Politisi PSI, William Wirakusuma Dukung Larangan Pelajar SMP Bawa Kendaraan Ke Sekolah

Politisi PSI, William Wirakusuma Dukung Larangan Pelajar SMP Bawa Kendaraan Ke Sekolah

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Wirakusuma, mendukung aturan larangan siswa SMP mengendarai sepeda motor bagi yang belum memiliki SIM ke sekolah.

Ia menilai aturan tersebut penting demi keselamatan pelajar sekaligus menekan pelanggaran lalu lintas di kalangan usia di bawah umur.

William menyebut, siswa SMP secara aturan belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu imbuhnya, sebagian besar pelajar juga belum memiliki kemampuan berkendara yang memadai karena belajar secara otodidak.

“Anak SMP kan belum punya SIM, dan cara mengemudinya kebanyakan otodidak. Mereka juga belum paham aturan lalu lintas dan cara berkendara yang baik. Jadi larangan itu memang harus dilakukan,” kata William, Rabu (08/04/2026) di Surabaya.

Anggota DPRD Surabaya dua periode ini menyarankan agar pelajar beralih menggunakan sepeda kayuh sebagai alternatif yang lebih aman dan menyehatkan.

Rakernas Muaythai Indonesia 2026, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir Apresiasi Kepemimpinan LaNyala

“Kalau bisa anak SMP naik sepeda saja. Selain lebih aman, juga lebih sehat untuk anak-anak,” tuturnya.

Ia juga menyoroti masih adanya warga di sekitar sekolah yang menyediakan lahan parkir bagi pelajar. Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya turun tangan untuk menertibkan praktik tersebut, termasuk memastikan seluruh lokasi parkir terdaftar secara resmi.

“Dishub harus turun menertibkan. Tidak boleh ada lagi parkir liar, apalagi Surabaya sudah mengarah ke sistem parkir digital,” ujar William.

Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam melakukan sosialisasi larangan membawa kendaraan bermotor kepada siswa.

“Sekolah wajib memberikan sosialisasi dan larangan tegas kepada siswa agar tidak membawa sepeda motor,” tukasnya.

Tolak Digitalisasi Parkir, 600 Ijin Jukir Dibekukan Pemkot

Sebagai solusi mobilitas pelajar, William mendorong optimalisasi transportasi umum seperti Suroboyo Bus dan WiraWiri. Bahkan, ia mengusulkan agar layanan tersebut digratiskan pada jam-jam tertentu khusus untuk pelajar.

“Kalau bisa, saat jam berangkat sekolah, anak-anak yang memakai seragam digratiskan naik Suroboyo Bus atau WiraWiri. Ini juga bisa jadi solusi tanpa harus menambah banyak bus sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu pelajar, tetapi juga menjadi langkah awal membiasakan penggunaan transportasi umum sejak dini guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi di masa depan.

“Ini juga melatih anak-anak agar terbiasa naik transportasi umum, sehingga ke depan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Surabaya,” ujarnya.

Tak lupa, Ia juga mengimbau orang tua untuk tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, meskipun alasan kesibukan kerap menjadi faktor. “Demi keamanan anak-anak, sebaiknya tidak diberikan kendaraan bermotor. Selain melanggar aturan, juga berisiko karena kemampuan berkendara mereka masih terbatas,” ucapnya.

Kejagung Copot Aspidum Dan Beberapa Kasi Kejati Jawa Timur

Ia menambahkan, larangan tersebut juga berlaku untuk sepeda listrik yang dinilai memiliki risiko serupa dengan kendaraan bermotor.

“Sepeda listrik juga sama, tetap bermotor. Jadi sebaiknya dihindari. Lebih baik menggunakan sepeda biasa yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya. (*JB01)