Dewan Desak Pemkot Surabaya Bayar Penuh Insentif Nakes

Ghofar Ismail anggota Komisi A DPRD Surabaya

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, DPRD Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya secepatnya membayar insentif Tenaga Kesehatan (Nakes), yang tengah berjuang menangani pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, sampai Juli 2021 Pemkot Surabaya baru 75% membayar insentif Nakes dari total 90 ribu Nakes. Sisanya, Pemkot Surabaya masih menunggu anggaran yang bisa diambil dari Pendapatan Anggaran Daerah (PAD).

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Ghofar Ismail, ST mengatakan, Komisi A berharap kepada Pemkot Surabaya untuk segera memaksimalkan anggaran yang ada untuk membayar insentif Nakes secara full.

“Kalo baru dibayar separuh kan kasihan para Nakes, karena Nakes berjuang total untuk membantu warga Kota Surabaya yang terkena Covid-19.”tegas Ghoffar Ismail, Selasa (17/08/21).

Ia menjelaskan, seluruh anggaran daerah Kota Surabaya yang didapat dari APBD tahun berjalan 2021, seluruhnya digunakan untuk percepat penanganan pandemi Covid-19.

Jadi, jelas politisi PAN Kota Surabaya ini, refocusing anggaran total digunakan untuk Covid-19 di Surabaya, lantas mengapa baru 75% tenaga medis kita baru dibayar gaji atau uang insentif nya.

“Padahal Nakes merupakan garda terdepan dalam setiap penanganan pasien Covid-19, jadi sebaiknya insentif nya harus segera dibayar penuh.”tutur Ghoffar Ismail.

Saat ditanya diambil dari pos PAD mana yang bisa cepat menghasilkan pendapatan, Ghoffar Ismail menilai, Pemkot Surabaya lebih mengerti pos mana yang lebih potensi cepat menghasilkan PAD.

“Yang pasti PAD yang didapat tentu untuk penanganan Covid-19, terutama untuk membayar insentif Nakes.”jelasnya.

Ghoffar Ismali kembali menambahkan, secara general PAD Kota Surabaya sudah hampir dua tahun ini rada seret, karena semua sektor usaha pun sedang megap-megap.

“Tapi saya optimis jika pengelolaan APBD tahun 2021 yang tinggal beberapa bulan saja dikelola maksimal, terutama sektor ekonomi digenjot lebih kencang lagi, tentu anggaran kita cukup untuk membayar insentif Nakes.”ungkapnya.(JB01)

Share this post

No comments

Add yours