JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Komisi B DPRD kota Surabaya terus mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberlakukan penerimaan pajak dan retribusi dengan sistem online. Sehingga penerimaannya tidak bocor dan dapat meningkatkan PAD secara maksimal
Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Lutfiyah menegaskan sistem online yang dimaksudkan adalah menempatkan peralatan ditempat transaksi baik direstoran maupun hotel yang terkoneksi ke Pemkot Surabaya. Hal ini dimungkinkan agar pengontrolan nya lebih mudah.
“Ya tempatkan peralatan online di tempat transaksi yang terkonekting ke Pemkot, baik itu di hotel ataupun di restoran,” paparnya, Selasa (15/10), diruang rapat Komisi B DPRD Surabaya.
Politisi partai Gerindra ini juga menegaskan, hal itu supaya tingkat kebocoran penerimaan pajak dan retisbusi dapat ditekan serendah mungkin. Tidak hanya itu sambung Lutfiyah, secara otomatis penerimaan yang masuk ke PAD akan lebih maksimal.
“Ya karena kebocoran nya tidak ada, maka penerimaan PAD menjadi maksimal,” terangnya.
Lutufiyah menambahkan, seperti yang sudah dilakukan di pemerintahan Yogyakarta. Semua penerimaan pajak dan retribusi hotel dan restoran sudah dilengkapi dengan peralatan online yang terkonekting dengan sistem pemerintahan di Yogyakarta.
“Yogyakarta sudah memberlakukan itu, jadi setiap orang yang melakukan transaksi di hotel dan restoran bisa terpantau dibagian Dinas Pendapatan daerah,” tukasnya. (JB01)