30 C
Surabaya

Kompak Ibu & Anak Lakukan Tindak Pidana Penipuan, Korban Dianggap Jaksa Sebagai Penonton

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Dalam fakta persidangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terungkap satu keluarga yang terdiri dari ibu dan anak kompak melakukan tidak pidana kejahatan dugaan penipuan dan pencucian uang yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Sidang yang digelar PN Surabaya secara virtual pada Selasa kemaren (15/02/2022) dengan menghadirkan tersangka Anni Halim dan Victory Halim. Terungkap mereka berdua diduga melakukan kejahatan penipuan investasi bodong produk deposito dengan bunga tinggi.

Salah satu korban Endry Sutjiawan yang menderita kerugian 2,416 miliar rupiah ini justru menuding jaksa dan hakim berpihak pada terdakwa

“terdakwa seakan menderita positif Corona dan berkelakuan baik. Berani mengajukan pembayaran penangguhan dan pindah tempat tahanan dan menolak ditempatkan diruang sel Polrestabes,” ucap Endry, Rabu (16/02/2022).

Sementara lanjut dia,
korban dilarang oleh jaksa dan hakim menyatakan penolakan terhadap excepsi para 13 orang lawyer

Jaksa menyampaikan bahwa penolakan itu tidak etis padahal korban lakukan saat sudah hakim ketua mengetok palu dan sidang ditutup, ujar Endry.

“Kami diminta untuk lebih sopan. Bahkan kami (korban) diancam oleh jaksa Darwis dilarang masuk mengikuti persidangan,” tuturnya.

Jadi korban hanyalah penonton. Dilarang berbicara, karena semua keputusan apapun adalah wewenang hakim, sambungnya.

“Kami dilarang menolak dan memprotes begitu yang disampaikan oleh Jaksa Darwis,” kata Endry.

”Kami sebagai korban penipuan yang dilakukan oleh mereka hanya mencari keadilan, total kerugian dari nasabah sekitar 24 miliar lebih,” ungkap dia.

Intinya semua nasabah kecewa atas persidangan kemaren. “Kami meminta hakim menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya pada mereka,” tukas Endry.

Hal senada juga dialami oleh Bambang Kusuma. Dia menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Anni Halim dan Victory Halim.

Kerugian yang dialami Bambang tidak sebanyak kerugian yang dialami Endry dan keluarga. “Tahun 2016 saya ditawari program deposito oleh marketing Milenium di gedung Intiland jalan Panglima Sudirman,” papar Bambang.

Namun, hanya berjalan satu bulan perusahaan milenium sudah ditutup, ungkapnya.

”Saya waktu menempatkan hanya 100 juta, baru sebulan perusahaannya sudah tutup,” tukas Bambang. (JB01)

Related Post

Warga Maluku Sekota Batam Peringati HUT Ke-205 Pattimura

JURNALBERITA.ID - BATAM, Malam solidaritas warga Malaku Sekota Batam HUT yang ke 205 mengenang Pattimurah, dan halal bil halal 1443 H ,di lapangan Alun -...

Latest Post