27 C
Surabaya

Komisi E DPRD Jawa Timur Dukung PTM untuk SMA/SMK

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih. Menurutnya saat ini pembelajaran masih mungkin dilakukan kendati Covid-19 varian Omicron telah masuk ke Jatim.

“Nanti satgas Covid-19 Jawa Timur akan melakukan pengkajian-pengkajian. Seandainya dalam situasi tertentu dianggap tidak terlalu aman, pasti akan di evaluasi kembali. Untuk kali ini komisi E masih tetap mendukung pembelajaran tatap muka,” kata Hikmah, Kamis (6/1/2021).

Anggota Fraksi PKB Jatim menuturkan, banyak yang harus dipersiapkan bagi siswa pada jenjang pendidikan SMA/SMK untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya, seperti ke perguruan tinggi maupun ke dunia usaha. Pada jenjang pendidikan tersebut, pembelajaran daring dirasa kurang maksimal untuk mempersiapkannya.

“Ada banyak konsepsi, ada target capaian untuk persiapan mereka masuk di perguruan tinggi maupun dunia kerja. Itu akan sulit tercapai jika pembelajaran daring diperpanjang,” paparnya.

Siswa jenjang SMA/SMK jika dilakukan PTM menurutnya masih relatif aman, apalagi sudah melalui proses vaksinasi. Jika daring tetap dilakukan, tidak ada yang bisa menjamin pelajar di usia tersebut tetap berdiam di rumah.

“Dengan logika, kendati melakukan daring mereka juga belum tentu ada di rumah juga. Karena mereka berada pada usia dimana orang tua tidak sepenuhnya berkuasa dalam mengatur jadwal aktifitas mereka,” ujarnya.

Politisi asal malang ini mengaku sepemahaman dengan banyak orang tua terkait efektifitas pendidikan anak-anaknya. Ia katakan, banyak orang tua yang merasa lebih aman jika anak-anak memiliki penggunaan waktu yang jelas di sekolah. “Dari pada hanya keluyuran diluar,” tegas mantan aktivis PMII ini.

Pola hidup yang selama pembelajaran daring juga sudah mengkooptasi siswa ketergantungan terhadap gadged. Hal tersebut juga harus diperhatikan, perubahan perilaku demikian sesegera mungkin harus dihentikan, solusinya PTM harus dilakukan.

“Perubahan perilaku karena pembelajaran daring ini terlampau susah dalam merespon. Jika tidak segera masuk, anak-anak menjadi lebih malas, termasuk mager ketergantungan pun terlampau tinggi kepada gadget, ketergantungan terhadap gadget ini kan berbahaya. Kita merubah kembali, mereka kembali taat aturan memiliki ritme hidup yang disiplin,” ujarnya. (TOK/JB01)

Related Post

Gubernur Jawa Timur Khofifah Melepas Kepulangan Bayi Annaya dan Innaya Pasca Operasi Kembar Siam

JURNALBERITA.ID - SURABAYA, Balita kembar siam kasus dempet dada perut, Annaya Rizka Ramadhani dan Innaya Rizka Ramadhani (Annaya-Innaya) akhirnya diizinkan pulang ke kampung halaman...

Latest Post