30 C
Surabaya

Kalangan Akademisi Sayangkan Pengangkatan Megawati Soekarno Putri Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN

Kalangan Akademisi Sayangkan Pengangkatan Megawati Soekarno Putri Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga

JURNALBERITA.ID – JAKARTA, Pengangkatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dianggap menimbulkan kontroversial dimasyarakat oleh kalangan akademisi.

Banyak akademisi yang menyayangkan Keputusan Presiden Jokowi yang mengangkat Mega sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Para akademisi menilai, lantaran latar belakang Megawati tidak cocok untuk menduduki posisi tersebut.

Kalangan Akademisi Sayangkan Pengangkatan Megawati Soekarno Putri Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN

Penilaian akademisi tersebut masul akal. Karena latar belakang Mega memang tidak berkaitan dengan dunia sains. Selama ini Mega hanya dikenal sebagai politisi yang menjadi ketua umum partai dan sempat menjadi presiden menggantikan Gusdur yang saat itu diturunkan MPR melalui Sidang Istimewa.

BACA JUGA: 

Juga patut disayangkan kenapa Mega mau menerima tawaran tersebut. Sebab, sebagai sosok yang pernah menjadi presiden, idealnya posisi tersebut bukanlah jabatan yang menarik buat mantan presiden.

Selain itu, sulit membayangkan Mega dapat mengarahkan para ilmuwan yang menjadi peneliti dan penemu inovasi di BRIN. Selain memang memiliki kepakaran khusus yang mumpuni, mereka juga bekerja dalam kesenyapan. Sungguh ironis orang-orang sekaliber mereka diarahkan orang yang tak pernah berkiprah di dunia riset dan inovasi.

Kalangan Akademisi Sayangkan Pengangkatan Megawati Soekarno Putri Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN

Jadi, BRIN bukanlah dunia Mega. Karena itu, tak selayaknya ia menerima posisi strategis tersebut.

Berikanlah posisi tersebut kepada ilmuwan indonesia yang tersebar di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Mereka inilah yang berkompeten menduduki posisi tersebut.

Mega sebaiknya cukup menjadi negarawan, seperti yang diperankan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Tri Sutrisno. Posisi ini jauh lebih terhormat daripada jabatan ketua Dewan Pengarah BRIN. Biarlah para ilmuwan membesarkan BRIN melalui hasil riset dan inovasinya untuk kebanggaan negeri tercinta.

Oleh: M. Jamiluddin Ritonga
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jakarta

Related Post

Bersama 150 Anak Yatim Piatu, PDAM Surya Sembada Surabaya Gelar Acara Buka Puasa Bersama

JURNALBERITA.ID - SURABAYA, Dipenghujung puasa ramdhan 1445 H/2024, PD Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menggelar acara buka puasa bersama 150 anak yatim piatu...

Latest Post