27 C
Surabaya

Oknum Kades Pakamban Sumenep Mukhlisin Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sri Handayani didampingi kuasa hukumnya (T1M)

JURNALBERITA.ID – SUMENEP, Dugaan kasus penganiayaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oknum Kades Pakamban, Kabupaten Sumenep, Mukhlisin terhadap Sri Handayani ditetapkan sebagai tersangka.

Korban Sri Handayani masih bersikukuh untuk melanjutkan kasus tersebut sampai ada keadilan atas dirinya. Perempuan kelahiran Sumenep 36 tahun itu telah menjadi korban dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik oleh oknum Kepala Desa Pakamban.

Dia berharap agar keadilan di Sumenep bisa ditegakkan dengan seadil-adilnya, hal itu disampaikan dihadapan para awak media di ruang VIP RM Mami Muda Sumenep.

“Saya mengharapkan keadilan yang seadil adilnya,” ucap Handayani dengan singkat saat konferensi pers didampngi kuasa hukumnya, Jum’at (26/02).

Sementara, kuasa hukum Sri Handayani, Ach Supyadi, SH, MH menerangkan, bahwa sebagai Kuasa Hukum korban, sudah menjadi tugas dirinya untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan ekspektasi hukum.

“Harapan kami tentu mendengar apa yang menjadi harapan klien, proses hukum dilakukan agar mendapatkan suatu keadilan,” kata Supyadi.

Dia menambahkan, bahwa setiap warga negara Indonesia itu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keadilan.

“Tidak ada satu orang pun yang kebal hukum di negeri ini, yang salah tetap salah, yang benar akan tetap benar,” tegasnya.

Lebih lanjut Lawyer asal Kepulauan yang tenar dengan ketegasannya itu mengatakan, bahwa berkat kinerja dan keseriusan penyidik kepolisian, terlapor Mukhlisin ditetapkan sebagai tersangka.

“Oknum Kades tersebut ditetapkan sebagai tersangka melalui SP2HP yang diterima oleh kami pada tanggal 25 Februari dari hasil gelar pada hari jumat 19/02/2021 pada pukul 15.30. Sehingga dengan demikian, status terlapor yang sebelumnya hanya menjadi saksi kini sudah beralih menjadi tersangka,” bebernya kepada awak media.

Masih kata Pengacara Supyadi, dengan ditetapkannya tersangka oknum Kepala Desa Pakamban Laok tersebut, dirinya berharap agar kasus yang ditanganinya menjadi Alarm buat masyarakat secara umum untuk lebih berhati hati dalam melakukan tindakan.

“Sebagai bentuk publikasi ini, mudah – mudahan ada hikmah dan pembelajaran bagi terlapor maupun khalayak secara umum agar tidak semena – mena dalam melakukan pelanggaran pelanggaran hukum, karena jika itu dilakukan maka pasti ada konsekwensi yang harus ditanggung,” tegas Supyadi.

Ketika disinggung terkait Penahanan kepada tersangka, Supyadi mengatakan bahwa dirinya tidak punya hak untuk melakukan intervensi.

“Kami secara objektif, proporsional dan profesional tidak ingin melakukan intervensi kepada pihak penyidik kepolisian, karena hak dan kewajiban untuk dilakukan penahan atau tidaknya itu adalah kewenangan penyidik kepolisian,” pungkas Supyadi. ( F4N/T1M/JB01 )

Related Post

LaNyalla : Anak Muda Harus Persiapkan Diri Songsong Indonesia Emas di Tahun 2045

JURNALBERITA.ID - SIJUNJUNG, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menyambut Indonesia Emas di tahun...

Latest Post