Laila Mufidah Desak Santunan Covid-19 Disegerakan Pencairannya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah (JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Setiap korban meninggal karena pandemi corona ini berhak atas santuan Rp 15 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah mendesak supaya hak santunan bagi korban meninggal karena covid-19 di Surabaya untuk segera dicairkan.

“Banyak yang menanyakan kapan dana santunan covid ini (dicairkan). Kalau memang sudah ada anggarannya, segera dicairkan saja. Setidaknya, beban keluarga bisa terkurangi,” ungkap Laila, Minggu (21/02) usai menggelar reses.

BACA JUGA : 

Keluhan tentang santunan korban covid yang belum cair itu juga mengemuka saat pimpinan DPRD Surabaya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menggelar reses.

Banyak warga mempertanyakan pada dirinya, kapan hak almarhum akibat pendemi ini diberikan.

Menurut Laila, pentingnya menyegerakan santunan saat anggaran sudah ada itu harus dimaknai sebagai bentuk perhatian.

Apalagi keluarga korban juga ada kebutuhan. Maka beban mereka harus dibantu. Termasuk harus tilik makam di Keputih atau Babat Jerawat, ujarnya.

Tercatat, hingga akhir 2020, korban meninggal akibat covid-19 mencapai 3.629 yang dimakamkan menggunakan protokol kesehatan covid.

Sedangkan pada Januari 2021 ada sekitar 706 jenazah. Saat ini sudah ratusan keluarga korban yang masih proses mengajukan santunan.

Untuk mendapatkan bantuan dana dari APBN itu, warga harus melengkapi sejumlah berkas.

Setidaknya, lanjut Laila,  ada lima persyaratan wajib dipenuhi diantaranya, fotokopi KTP warga yang meninggal dan fotokopi KK ahli waris.

Surat kematian dari rumah sakit, serta surat hasil pemeriksaan yang menyatakan korban positif covid-19.

“Aturan pun sudah jelas. Menunggu apalagi untuk direaliasaikan,” tanya Lalia.

Proses pengajuan ada di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

“Tercatat sebanyak 319 laporan penerima santunan kematian karena covid-19 telah dikirimkan ke pusat. Sedangkan laporan yang masuk mencapai 344,” tukasnya. (TRB/JB01)

Share this post

No comments

Add yours