32 C
Surabaya

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Dokter Akma Mengapresiasi Rencana Pemkot Buka Posko Prokes

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Dokter Akma Mengapresiasi Rencana Pemkot Buka Posko Prokes
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr Akmarawita Kadir dari fraksi Golkar (*JB01)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rencana akan membangun Posko Protokol Kesehatan (Prokes) di area Pasar tradisional. Dengan harapan dengan berdirinya posko ini dapat memutus mata rantai penularan virus Covid -19 di Surabaya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi D DPRD kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir mengapresiasi rencana Satgas Covid-19 Kota Surabaya itu. Menurutnya, sesuai Perwali 67 Tahun 2020 yang sudah direvisi menjadi Perwali No 2 tahun 2021, semua pelaksanaan penanggulangan Covid-19 masing-masing ada koordinatornya.

“Dan jika tidak salah, di Perwali tersebut disebutkan ada 15 sektor, termasuk pasar masuk dalam sektor tersebut. Masing-masing koordinator ini bertanggung jawab terhadap adanya ketidakpatuhan masyarakat terhadap Prokes,” kata dr Akma, Jum’at (05/02) di ruang kerjanya.

BACA JUGA : 

Untuk itu Akma menjelaskan, bahwa di area pasar, ketidakpatuhan Prokesnya di atas 50%, dibanding kepatuhannya. Jadi , pihaknya mengapresiasi kepada Satgas Covid-19 Kota Surabaya yang akan membangun posko, untuk menggencarkan penegakan dan pengawasan Prokes di pasar.

“Posko Prokes di pasar sangat baik, namun harus memiliki program yang jelas dari posko tersebut. Misalkan, mengingatkan 5 M yaitu Mencuci Tangan, Masker, dan Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas,” bebernya.

Adik kandung Adis Kadir ini juga meminta agar posko Prokes di pasar kordinatornya adalah yang tahu betul berapa luas dan area pasar, sehingga bisa dimodifikasi pasarnya dengan tujuan bisa membatasi gerak pengunjung.

“Jadi fungsi posko disamping untuk mengingatkan pengunjung soal Prokes, juga penanggung jawab posko Prokes bisa memodifikasi pasar,” tegasnya.

Dia menerangkan, modifikasi pasar disini dalam artian, pengaturan keluar masuk pengunjung, monitoring jarak pengunjung. Seperti pasar modern. Hanya ini, pasar tradisional yang dimodifikasi demi mencegah Covid-19 di area keramaian seperti pasar.

“Terpenting posko Prokes di area pasar tradisional, jangan sampai menganggu kegiatan ekonomi yang ada di pasar tersebut,” urai legislator yang juga berprofesi dokter ini.

Kesempatan berbeda, salah satu pedagang di pasar PPI jaan Gresik, Surabaya, Robiatul Asawiyah menyampaikan, bahwa sebenarnya pedagang siap-siap saja, apapun rencana pemerintah kota demi kebaikan bersama.

“Asalkan kesannya tidak menakuti masyarakat, kami setuju. Jangan sampai ada Posko Prokes pembeli malah gak mau masuk pasar, habislah kami, Mas,” harapannya, Senin (08/02). (SN/JB01)

Related Post

Inaugurasi Guru Besar Prof Dr Achmad Fathoni Rodli, M.Pd Atas Penganugrahan Gelar Profesor Of Education Management

JURNALBERITA.ID - SIDOARJO, Penobatan guru besar atas gelar Profesor of Education Management yang dipusatkan di gedung serbaguna kampus Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo...

Latest Post