27 C
Surabaya

Bersama Forkompimda, Ketua DPRD Surabaya Divaksin Covid-19 Di Balai Kota

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono saat divaksin Covid-19 di Balai Kota Surabaya (*)

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Adi Sutarwijono selaku Ketua DPRD Kota Surabaya  divaksin Covid-19, pada Jumat (15/01). Bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Surabaya dan beberapa perwakilan warga, di Balai Kota Surabaya.

Meski tertutup masker, ekspresi Awi sapaan Ketua DPRD Surabaya ini sempat mengepalkan tangan. Proses vaksinasi sendiri berlangsung singkat, tak sampai semenit.

Ditanya tentang persiapan mengikuti vaksinasi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu mengatakan, bahwa dirinya menyebut tidak ada hal khusus. Hanya saja, dia memang beristirahat lebih awal.

”Semalam istirahat pukul 22.00 WIB. Beberapa agenda organisasi saya ajukan, semalam rapat dengan para advokat dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Surabaya untuk menghadapi gugatan di MK terkait Pilkada sampai pukul 21.30 WIB. Ya setelah itu saya pulang, membersihkan diri, dan istirahat sekitar pukul 22.00 WIB,” tutur Awi.

Beristirahat sekitar delapan jam, ia bangun pagi lalu olahraga kecil di depan rumah. ”Saya hanya minum air putih hangat, jus buah naga, dan jajan pasar yaitu nagasari dan lemper. Setelah itu membersihkan diri, doa bersama anak dan istri, dan berangkat. Saya sampai di Balai Kota sekitar pukul 08.40 WIB,” ujarnya.

Begitu sampai di Balai Kota Surabaya, Awi pun mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

”Kemarin saya juga mempelajari semua prosedur vaksinasi, agar kami yang kebetulan diamanahi sebagai pejabat publik ini bisa memberi contoh ketaatan pada mekanisme atau SOP. Saya download dari situs Covid19.go.id, saya baca lewat ponsel, terkait keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19,” kata Awi.

”Dari aturan itu saya tahu mekanisme yang harus saya lalui sebagai penerima vaksin. Saya harap semua warga juga ikut membacanya, juga tentu membaca berbagai edukasi tentang vaksin. Vaksinasi ini kerja gotong royong bersama, butuh partisipasi semua pihak,” ucap dia.

Di Balai Kota, Awi mengikuti mekanisme disejumlah meja. Dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi data. ”Saya menunjukkan e-KTP, verifikasi data pribadi,” terangnya.

Kemudian sambung Awi, mengikuti anamnesa yang dilakukan petugas, dicek kondisi kesehatan, diukur tekanan darah, ya pemeriksaan fisik sederhana. Setelah itu, baru divaksin. Setelah divaksin, dilakukan pencatatan.

Saat diketahui tekanan darahnya tidak memenuhi syarat, dia dipersilahkan istirahat sementara. Menunggu sekitar 20 menit.

“Kemudian saya, dicek lagi tekanan darah, dan dinyatakan bisa divaksin. Puji syukur, saya bisa divaksin. Seluruh pimpinan Kota Surabaya memberikan teladan. Tidak takut divaksin. Karena vaksin melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat,” tukas dia.

Seusai divaksin, Awi menunggu 30 menit untuk melihat reaksi pasca-vaksinasi. ”Dicek dulu apakah ada KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Saya bersyukur, tidak ada reaksi apapun. Ini bukti bahwa vaksin aman dan halal. Jadi jangan takut,” ucapnya. (JB01)

Related Post

LaNyalla : Anak Muda Harus Persiapkan Diri Songsong Indonesia Emas di Tahun 2045

JURNALBERITA.ID - SIJUNJUNG, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menyambut Indonesia Emas di tahun...

Latest Post