Menuding Membuat Video Porno, Kades Pakamban Laok Sumenep Harus Berurusan Dengan Hukum

Sri Handayani pelapor tudingan pembuat video porno oleh Kades Pakamban Laok (*FAN)

JURNALBERITA.ID – SUMENEP, Menuding warganya membuat video porno, Kades Pakamban Sumenep, Muhlisin dilaporkan ke Polres Sumenep.

Bermula Sri Handayani (37 tahun) warga desa Pakamban Kecamatan Pragaan kabupaten Sumenep dituduh membuat video porno oleh Kepala Desa Pakamban Kec. Pragaan Sumenep.

Tudingan yang tidak mendasar itu membuat pihak Hani panggilan Sri Handayani melaporkan tindakan Kades ke Polres Sumenep dengan tindak pidana pencemaran nama baik yang dituduhkan Kadesnya itu.

Surat laporan dengan nomor : TBL-B/291/XII/Res.1.4/2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep, tertanggal 29 Desember 2020 kemaren.

“Betul, saya melaporkan pencemaran nama baik ke Polres Sumenep. Waktu laporan saya di dampingi oleh kuasa hukum Supyadi”, ujar Hani, Kamis (31/12) saat ditemui media ini, di Sumenep.

Hani membeberkan, berawal dari kronologi sesuai laporan, Kamis 24/12/20, saat itu Muhlisin menelpon Hani dan menuduhnya telah membuat video porno.

Namun, tudingan yang dilayangkan Kades Pakamban ditepis oleh Hani. Lantaran, dirinya merasa tidak pernah membuat video apapun, apalagi video porno, pintahnya.

“Saat itu saya dituduh buat video tak senonoh itu saya tiba-tiba ditampar dan dicakar sama dia (Muhlisin),” ungkap Hani.

Sementara, anggota Polres Sumenep membenarkan adanya laporan yang layangkan saudari Hani (Sri Handayani).

“Iya benar, terlapornya Kades Pakamban Laok dan yang melapor warga Pakamban Laok sendiri, namanya Sri Handayani, ” tegasnya, saat di konfirmasi.

Lain kesempatan Kuasa Hukum Sri handayani, Ach Supyadi SH MH membenarkan bahwa dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukumnnya.

“Ibu Hani menguasakan kepada kami, dan langkah kami tentunya akan mengembangkan kasus ini, tidak hanya pencemaran nama baik saja. Kita akan menggali video tersebut, video apa dan bagaimana keasliannya, ini juga akan kita pakai UU ITE”, tegas Ach Supyadi SH MH yang juga bagian dari Team 16 Sumenep.

“Tentunya tidak pencemaran nama baik saja, kasus penganiayaan juga kita laporkan, untuk Video masih kita bahas dengan team IT kami,” pungkas Supyadi (FAN/JB01)

Share this post

No comments

Add yours