Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa & Bernegara, Lucy Kurniasari : Serukan Budaya Gotong-royong

Anggota Komisi IX, DPRD RI, Lucy Kurniasari (*)

JURNALBERITA.ID – SIDOARJO, Budaya gotong royong seakan sudah mulai memudar ditengah-tengah masyarakat perkotaan. Masyarakat Indonesia harus mampu menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang mulai memudar.

Gotong royong yang selama ini menjadi ciri dan kekuatan bangsa harus tetap lestari di bumi pertiwi, disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Sidoarjo, Minggu (15/11)

Menumbuhkan kembali budaya gotong royong, lanjut Anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini, merupakan salah satu bentuk pengamalan sila persatuan Indonesia.

Untuk itu, dirinya mengingatian agar semua anak bangsa dapat menjadi motor penggerak dengan bergotong royong melalui berbagai kegiatan, seperti kerja bakti di sekolah, di sekitar tempat tinggal, dan di rumah ibadah.

Ning Surabaya tahun 1986 ini juga menambahkan, menumbuhkan budaya gotong royong dapat dimulai dari rumah. Kakak dan adik bisa bersama-sama membersihkan rumah atau menyiram bunga tanpa membedakan jenis kelamin.

Melalui kegiatan rutin seperti ini dalam jangka panjang dapat menumbuhkan budaya gotong royong, imbuhnya

Dihadapan 150 warga Sidoarjo, Lucy menyampaikan, pengamalan sila persatuan Indonesia dapat juga diwujudkan melalui cinta bangsa dan negara. Untuk itu, setiap elemen bangsa harus menghargai karya anak bangsa dan bangga mengenakan produk dalam negeri.

Cinta bangsa dan negara, lanjut Lucy, dapat juga diamalkan dengan tidak merusak hutan, tidak membuang sampah ke kali, dan tidak merusak fasilitas umum. Setiap anak bangsa dapat melakukan hal itu secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

“Kalau itu dapat diwujudkan, maka tidak akan ada lagi anak bangsa yang membangga-banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, sila Persatuan Indonesia dapat juga diamalkan dengan berteman atau bergaul dengan semua orang walau berbeda suku, agama, dan status sosial ekonomi. Setiap elemen bangsa harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mengembangkan potensi diri agar lebih baik dari hari ke hari, bukan justeru saling hujat atau saling meniadakan.

“Untuk itu, bila terjadi konflik di sekitar kita, setiap anak bangsa hendaklah maju ke depan untuk mendamaikan. Sesama anak bangsa tidak boleh ikut larut terlibat dalam konflik, apalagi turut memperluas konflik,” imbaunya.

Sebagai warga Sidoarjo, Ning Lucy berharap Sidoarjo dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam mengamalkan Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia. “Saya percaya, warga Sidoarjo akan bersatu padu mewujudkannya,” harapnya. (BL/JB01)

Share this post

No comments

Add yours